DISKUSI KINERJA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal kinerja pengelolaan dan perkembangan di ruang rapat Bank Jateng Cabang Yogyakarta, Selasa (27/6/2023). (foto ariel noviandri)
YOGYAKARTA – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menilai Bank Jateng Cabang Yogyakarta perlu memperluas pangsa pasarnya. Salah satunya ke sektor ekonomi kreatif.
Hal itu dinilai perlu dilakukan karena Bank Jateng Cabang Yogyakarta sendiri masih dapat menggali potensinya lebih dalam. Demikian disampaikan Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Agung Budi Margono saat berdiskusi dengan Ymt. Pemimpin Bank Jateng Cabang Yogyakarta Sambu Dharta Gautama, Selasa (27/6/2023).
Pada kesempatan itu, Agung mengatakan selama ini kinerja Bank Jateng Cabang Yogyakarta sudah cukup baik. Terlebih, selepas badai pandemi Covid-19, bank milik Pemprov Jateng itu sudah berupaya dalam recovery ekonomi masyarakat.

“Harapannya, kerjasama-kerjasama yang dilakukan dapat ditingkatkan, mengingat posisi Jogja cukup strategis dibanding Jateng. Banyak anak muda yang tinggal di Jogja sehingga bisa menjadi market tersendiri,” kata Agung.
Sementara, Sambu Dharta Gautama mengaku sangat apresiatif atas dukungan Komisi C itu. Soal ekonomi kreatif, ia mengaku sektor tersebut sangat potensial untuk digarap.
“Ekonomi kreatif seperti usaha-usaha masyarakat di bidang seni dan budaya memang perlu diupayakan sehingga bisa jadi multiplier effect, termasuk mempromosikan Bank Jateng,” kata Sambu.

Secara kinerja keuangan, dalam paparan dihadapan Komisi C pada 25 Januari 2023, Bank Jateng Cabang Yogyakarta mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Desember 2022 tercapai Rp 172,51 miliar. Pada Desember 2023 ini, DPK ditarget Rp 216 miliar. Untuk total kredit pada Desember 2022 tercapai Rp 345,99 miliar dan pada Desember 2023 ditarget Rp 458 miliar.
Sementara untuk total aset pada Desember 2022 sebesar Rp 369,92 miliar dan pada Desember 2023 ditarget Rp 455,13 miliar. Untuk rasio non-performing loans (NPL/ kredit macet) pada Desember 2022 sebesar 4,20% dan pada Desember 2023 ditarget turun menjadi 3,59%. (ariel/priyanto)









