SOAL PANCASILA. Quatly Abdulkadir Alkatiri dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Internalisasi Sila ke-5 Pancasila’ di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Selasa (27/6/2922). (foto sony dinata)
GEDUNG BERLIAN – Semua pihak dapat berpartisipasi aktif dalam upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala aspek kehidupan. Dalam hal ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri menyoroti implementasi sila ke-5 Pancasila di masyarakat.
“Semua orang harus memahami dan menerapkan sila kelima Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Contohnya gotong royong, kerja bakti, saling menghargai, dan lainnya,” kata legislator dari Fraksi PKS itu.

Penekanan tersebut disampaikannya dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Internalisasi Sila ke-5 Pancasila’ di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Senin (27/6/2922). Kegiatan sosialisasi itu dihadiri sejumlah elemen masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.
Senada, Mulyono selaku pemerhati hukum, yang juga narasumber dalam kegiatan sosialisasi itu juga mengatakan Pancasila menjadi dasar hukum yang ada di Indonesia. Artinya, semua produk hukum yang ada di Indonesia harus berlandaskan Pancasila.

“Untuk itu, kita harus memahami apa itu Pancasila. Kita harus menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat,” kata Mulyono.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu Warga Randublatung Kabupaten Blora Intan menanyakan soal cara internaliasi Pancasila dan agama dalam kehidupan sehari-hari. “Bagaimana caranya agar Pancasila dan agama bisa diterapkan dalam keseharian,” tanya Intan.

Menjawabnya, Quatly mengatakan Pancasila sila pertama fokus pada Ketuhanan. Dari situ, semua orang tetap beragama dan menghargai semua perbedaan.
“Jadi, di Indonesia mengakui 6 agama tapi memiliki satu konsep persatuan. Itulah yang dinamakan Pancasila. Biarpun berbeda tetapi tetap saling menghargai perbedaan yang ada dalam satu NKRI,” tandasnya. (ariel/priyanto)








