TENAGA KERJA. Abdul Hamid bersama Deddy Yon Supriyono dalam pertemuan yang membahas ketenagakerjaan, di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Setda Kota Tegal, Jumat (21/1/2022). (foto bintari setiawati)
TEGAL – Guna menekan pengangguran, Pemkot Tegal meminta semua investor atau perusahaan yang akan berdiri untuk mempekerjakan masyarakat lokal. Bahkan, persentasenya pun ditentukan yakni sebesar 30% pekerja untuk Warga Tegal terlebih dahulu.

Penegasan itu disampaikan Wali Kota Tegal Deddy Yon Supriyono dihadapan Komisi E DPRD Provinsi Jateng, di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Setda Kota Tegal, Jumat (21/1/2022). Kebijakan soal perusahaan diwajibkan untuk menyerap 30% tenaga kerja lokal tersebut tercantum dalam Perda Kota Tegal Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketenagakerjaan.
“Kebanyakan orang Tegal suka melaut atau menjadi pengusaha, membuka toko kelontong, dan sebagainya. Banyak juga warga Tegal yang bekerja di Jakarta. Dari situ, angka pengangguran disini tinggi tapi angka kemiskinan nggak ada, ekonomi baik, tapi masalah pekerjaan masih banyak yang nganggur,” ungkap Dedy Yon, Mantan Anggota DPRD Provinsi Jateng itu.

Dikatakan, selama ini sudah beberapa program dijalankan untuk menekan pengangguran di Kota Tegal seperti mengadakan stand expo lowongan pekerjaan yang diikuti beberapa perusahaan guna menjaring tenaga kerja. “Tapi kebanyakan yang mendaftar justru orang luar Kota Tegal,” katanya didampingi Sekda Kota Tegal Doktor Johardi beserta Dinas Tenaga Kerja & Perindustrian Kota Tegal.
Mendengarnya, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Abdul Hamid mengapresiasi Kota Tegal dengan tingkat perekonomiannya yang baik. Selain itu, pihaknya juga mendukung inovasi yang sudah dicanangkan pemkot seperti mencantumkan aturan 30% pekerja lokal untuk perusahaan baru yang masuk ke daerah.

Hal itu bisa menjadi percontohan untuk daerah lainnya agar bisa ikut memperhatikan tenaga kerja lokal. Disamping itu, pemerintah daerah juga bisa mengatur investor/ perusahaan baru agar mampu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
“Dengan yang disampaikan Pak Wali Kota Tegal itu bisa disimpulkan bahwa Kota Tegal walaupun banyak pengangguran tapi orang-orangnya sukses. Tantangan kita bagaimana semua Warga Jawa Tengah khususnya usia muda ataupun tua bisa mengikuti perkembangan zaman supaya bisa tetap maju,” ujar Hamid.
Sebagai informasi, saat ini Kota Tegal sedang fokus pembenahan cagar budaya dan heritage. Tujuannya untuk menjaring wisatawan datang ke Kota Tegal. (bintari/ariel)








