SOAL SAMPAH. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke TPS 3R Panata Bumi di Banjarharjo Kabupaten Brebes, Selasa (1/11/2022). (foto ariel noviandri)
BREBES – Guna mendapatkan data dan informasi dalam pembahasan Raperda Pengelolaan Air Limbah, Komisi D DPRD Provinsi Jateng memantau pengolahan sampah ‘Panata Bumi’ di Banjarharjo Kabupaten Brebes, Selasa (1/11/2022). Setiba di lokasi, Dewan melihat pengolahan sampah di Banjarharjo sudah sangat baik.
Pasalnya, semenjak Panata Bumi mengolah sampah rumah tangga dari 500 Kepala Keluarga (KK), limbah sampah yang dibuang ke sungai menjadi minim. Seperti diungkapkan Direktur Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Reduce, Reuse, Recycle (3R) ‘Panata Bumi’ Banjarharjo Fachrudin Nur Arif, semua sampah diolah untuk dijadikan pupuk tanaman dan kemudian dijual.

“Ada juga sampah berupa barang rongsokan yang kami terima. Itupun masih bisa kami jual. Jadi, dengan mengolah sampah rumah tangga setiap harinya, kami bisa menyelamatkan lingkungan,” kata Arif, sapaannya.
Dikatakan, awalnya pihaknya mendirikan Panata Bumi pada 2017 belum memiliki bangunan permanen untuk pengolahan sampah. Kemudian pada 2019, pihaknya akhirnya bisa mendirikan tempat pengolahan.

“Dari hasil pengolahan sampah itu, kami mampu mempekerjakan sebanyak 9 orang dan menggajinya Rp 1,5 juta per bulan,” ungkapnya.
Dalam perkembangannya, pihaknya mengalami beberapa kendala. Salah satunya alat angkut sampah yang hanya memiliki sepeda motor roda 3.
“Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah berupa mobil untuk mengangkut sekian banyak sampah rumah tangga,” harapnya.

Mendengar pemaparan Arif itu, Sekretaris Komisi D DPRD Provinsi Jateng M. Chamim Irfani mengaku sangat mengapresiasi kinerjanya. Meski bukan tempat pengolahan air limbah, namun Komisi D sangat menghargai upaya dalam pengendalian sampah rumah tangga di wilayah Banjarharjo.
“Kami berharap ada lebih banyak lagi tempat seperti Panata Bumi ini agar sampah rumah tangga bisa dikendalikan untuk pelestarian lingkungan,” harap Chamim. (ariel/priyanto)








