BUDAYA: Anggota DPRD Provinsi Jateng David Ishaq Aryadi mengajak warga desa untuk terus menjaga dan merawat kesenian kuda lumping.(foto: priskilla tyas)
CILACAP – Anggota DPRD Provinsi Jateng David Ishaq Aryadi mengajak para seniman dan masyarakat Desa Gunungtelu, Kecamatan Karangpucung, Cilacap supaya bisa nguri-uri budaya sembari memutar kembali perekonomian masyarakat sekitar.
Hal itu disampaikannya dalam acara “Dialog Media Tradisional (Metra) DPRD Provinsi Jateng : Nguri-uri Kesenian Tradisional Kab. Cilacap” dengan pergelaran kuda lumping milik Sanggar Kesenian Turonggo Jati, Jumat (27/05/2022).

Dalam acara tersebut turut menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Jajang dan Ketua Adat Desa Gunungtelu Joyo Langgeng. Dalam dialog itu, David juga menyampaikan perangkat desa harus berperan bersama masyarakat untuk membangitkan ekonomi dan budaya.
“Kuda lumping atau ebeg sudah ada dari Abad IX. Kesenian ini penggambaran dari sikap kesatria. Kemudian secara turun temurun dan mewujudkan kerukunan antarmasyarakat. Sekarang bisa mennjadi desa wisata karena adanya ebeg ini” ungkapnya.

Senada, Jajang mengatakan kesenian tradisional saat ini memang menghadapi tantangan yang cukup berat. Namun, Pemerintah selalu ikut andil. Seniman dari pelosok hingga kota dikumpulkan dan ada bantuan diberikan untuk kelangsungan kegiatan kesenian.
Sementara, Joyo menuturkan bahwa sanggar Turonggo Jati ini merupakan sekumpulan kaum muda serta masih menggunakan masyarakat setempat yang juga bekerja sebagai petani. Itulah mengapa masyarakat Gunungtelu sangat menyukai kesenian yang mereka miliki dan kembangkan bersama sama. “Karena kesenian ini tidak membosankan, banyak yang dapat dipertunjukan misalnya makan beling, tarian jaranan, nyanyian tutur, rengang manis dan masih banyak lagi,” jelas Joyo.(tyas/priyanto)








