DENGARKAN PAPARAN : Pihak Komisi D mendengarkan paparan dari Dinas PSDA Jateng mengenai normalisasi Sungai Wulan.(foto: priskilla tyas)
KUDUS – Sungai Wulan yang melintasi Kudus dan Demak kini tengah dilakukan normalisasi oleh Kementerian PUPR. Jebolnya tanggul yang mengakibatkan banjir pada Februari lalu menjadikan pemerintah menganggarkan Rp 900 miliar guna perbaikan DAS Wulan.

Pada Selasa (3/12/2024), Komisi D ingin mengetahui kelanjutan megaproyek normalisasi Sungai Wulan. Dewan berkunjung ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serang Lusi dan Dinas PSDA Jateng di Kudus. Selanjutnya kunjunga kerja dengan melihat langsung di lapangan proses normalisasi sungai.
Dalam kesempatan ini, Ketua Komisi D Nur Saadah mengungkapkan pihaknya berharap musibah pada Februari lalu tidak terulang. Karena itu Komisi D mengetahui sejauh mana kesiapan BBWS dan PSDA Prov. Jateng dalam antisipasi masuknya musim hujan.
“Sungai-sungai di wilayah Demak, Kudus, dan Pati patut dipantau. Pihak terkait seperti Dinas PSDA dan BBWS sudahkan ada program penataan maupun penanggulangannya,” ucap dia. Di kesempatan ini, hadir Kepala Balai BBWS Serang Lusi Agus Pujianto dan Kabid PJSA PSDA Jateng Lalu Ardian.
Dalam Paparannya Lalu Ardian menjelaskan, saat ini BBWS sedang melaksanakan paket pekerjaan dr PUPR terkait normalisasi Sungai Wulan. “Proyek ini sudah berjalan sejak Agustus yang lalu. Pemicunya karena jebolnya Sungai Wulan pada Februari lalu,” kata Lalu Ardian.

Menanggapi hal tersebut, Nurul Furqon, politikus PPP ini mengapresiasi mega proyek yang besar ini.
“Namun kita harus juga memperhatikan bahwa proyek tersebut menimbulkan masalah baru di masyarakat kita, contohnya kondisi Jalan rusak, aspal mengelupas, jika hal tersebut dibiarkan akan menimbulkan putusnya roda perekonomian setempat. Kami berharap,hal tersebut segera diperhatikan dan diperbaiki,” kata Nurul F.
Setelah dirasa cukup berdiskusi, maka Ida berkeinginan untuk meninjau secara langsung Proyek Sunngai Wulan tersebut. Melihat kondisi proyek, ida berharap bahwa proyek ini untuk mengantisipasi terjadinya banjir di musim hujan ini.
“Jangan sampai musibah terulang lagi dan semoga proyek ini segera selesai sehingga masyarakat tidak lagi merasa takut ketika musim Hujan tiba,” kata dia.(evi/priyanto)








