LISTRIK MURAH. Komisi D DPRD Provinsi Jateng memantau penyaluran Program bantuan listrik murah di Desa Kupu Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Kamis (6/5/2024). (foto teguh prasetyo)
BREBES – Program bantuan listrik murah dan hemat dari Pemerintah Provinsi, masih menjadi sorotan Komisi D DPRD Provinsi Jateng. Kali ini, Komisi D melakukan pantauannya ke Desa Kupu Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Kamis (6/5/2024).
Pada kesempatan itu, Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng Wahyudin Noor Aly menyampaikan pihaknya meninjau hasil bantuan Pemerintah Provinsi. Hal itu dilakukan mengingat masih banyak rumah warga yang teraliri listrik di Brebes.
“Terutama, banyak penduduk yang nyambung ke tetangga. Oleh karena itu, kami ingin memastikan apakah program itu sudah terlaksana dan ternyata sudah. Terus, kami memastikan juga ada tidaknya tarikan biaya dan ternyata tidak ada,” ungkap Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Jateng itu.

Dikatakan, program listrik murah itu artinya pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat. Setelah dipantau ke lapangan, masyarakat penerima mengaku merasakan langsung manfaat bantuan tersebut. Dampaknya, anak-anak bisa belajar pada malam hari.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Jateng Suhardi menyampaikan bahwa bantuan listrik murah dan hemat itu dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Untuk biaya penyambungannya gratis dan listriknya disubsidi. Jadi, kalau biasanya penggunaan listrik dengan harga Rp 1.500/kWh, maka saat disubsidi hanya seharga Rp 500/kWh.
“Di Desa Kupu ini ada 12 KK yang menerima bantuan. Di Kabupaten Brebes sendiri totalnya kurang lebih 347 KK. Penerimanya berasal dari masyarakat yang kurang mampu dan sudah terdata di Kementerian Sosial. Jadi, biasanya data diupdate setiap bulan dari kabupaten/ kota,” jelas Suhardi. (teguh/ariel)









