PRODUKSI PAKAN. Komisi B DPRD Jateng, Kamis (4/4/2024), melihat langsung produksi pakan konsentrat “Nutrifeed” yang dikelola Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) Puspetasari di Ceper, Klaten. (foto priyanto)
KLATEN – Komisi B DPRD Jateng, Kamis (4/4/2024), berkesempatan melihat langsung produksi pakan konsentrat “Nutrifeed” yang dikelola Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) Puspetasari di Ceper, Klaten. Kunjungan itu dimaksudkan untuk mengetahui produksi maupun distribusi pakan ternak. Terlebih produk Nutrifeed sudah banyak digunakan peternak sapi di Pulau Jawa.
Pada kesempatan itu Ketua Komisi B Sarno beserta rombongan diterima langsung oleh Manajer Pemasaran Agus Yulianto. Dalam paparannya, Agus menyebutkan, ada 18 jenis bahan baku yang terkandung dalam Nutrifeed. Di antara ada kulit kacang, bungkil klenteng, onggok, kulit biji kopi, dedak kasar, dedak halus, serta limbah roti.

“Tiap kemasan pakan konsentrat adalah 50 kg. Pakan ini cocok untuk sapi potong maupun perah. Bahan pakan ini semua didapatkan dari Jawa, dan satu lagi bungkil kelapa sawit dari Kalimantan,” jelasnya.
Komisi B pun diajak melihat langsung tempat pengepakan pakan konsentrat. Di pabrik yang masih satu tempat dengan KJUB Puspetasari itu, dewan diperlihatkan mesin grider berfungsio menghaluskan maupun mengecilkan ukuran partikel bahan pakan.

Bahkan, di mesin itu sudah diberikan screen supaya pakan yang keluar dari mesin grider memiliki ukuran sama. Selanjutnya masuk ke mesin mixer, untuk pencampur dengan bahan yang lain. Terakhir, setelah tercampur bahan maka pakan selanjutnya masuk penampungan mesin silo untuk dikemas menjadi 50 kg.
Sarno menjelaskan, di Jawa Tengah banyak daerah-daerah menjadi kantong sapi perah maupun potong. Pakan konsentrat ini merupakan salah satu bahan pakan ternak yang diberikan bersamaan dengan bahan pakan ternak lainnya untuk meningkatkan kandungan gizi ternak.
“Bagi peternak sapi perah, tentu perlu pakan konsentrat supaya produksi susu sapi bertambah banyak. Pun dengan peternak sapi potong, konsentrat bisa mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ternak,” ucapnya. (priyanto/ariel)









