BICARA HARGA. Bondan Marutohening berbicara mengenai harga kebutuhan pokok masyarakat dan antisipasi lonjakan harga dalam FGD di Wujil Convention Hal. (foto priyanto)
UNGARAN – Beberapa pekan menjelang Lebaran, masyarakat diminta tidak panik mengenai kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah terus berupaya menjaga kestabilan harga lewat operasi pasar maupun pemantauan stok barang.

Hal ini mengemuka dalam acara Focus Group Discussion (FGD) “Antisipasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Bahan Pokok Menjelang Lebarang” di Wujil Convention Hall, Kabupaten Semarang, Kamis (14/4/2022). Mewakili Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Maruto Hening mengungkapkan siklus kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok setiap tahun selalu terjadi terutama menjelang hari besar keagamaan.
Sekarang ini pula, kenaikan harga sudah terjadi, terlebih pada minyak goreng. Untuk harga daging ayam maupun sapi sementara ini belum begitu naik secara drastis.
DPRD sudah meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang supaya benar-benar menjaga harga tidak naik melebihi batas ambang kewajaran. Faktor pemicu kelangkaan dan lonjakan bagan pokok biasanya peningkatan permintaan, distribusi tidak lancer dan psikologi konsumen.
“Kami minta pemantauan ketat terutama pada distributor maupun agen besar di Kabupaten supaya tidak memainkan harga melalui stok. Jangan sampai ada aksi penimbunan. Pemkab jangan sampai lengah,” ucapnya.
Dalam FGD tersebut, Bambang Kusriyanto turut mengikuti diskusi melalui virtual aplikasi Zoom Meeting.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (KUMPP) Kabupaten Semarang dalam pemantauan di 33 pasar tradisional menyebutkan kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok masih relatif aman pada kisaran 5 sampai 10 persen. Kebutuhan pokok masyarakat yakni gula, beras, tepung terigu, minyak goreng, garam, telur, margarine, susu dan elpiji.
Kepala Dinas KUMP Heru Cahyono menyebutkan hanya harga minyak goreng belum stabil. Diprediksikan kenaikan harga masih bisa terjadi lagi beberapa hari menjelang Lebaran. Pemerintah berupaya menjaga kestabilan kenaikan harga dengan tidak melebihi ambang normal yakni 25 persen.
“Dalam beberapa hari ini kami pantau melalui inspeksi mendadak (sidak). Harga minyak goreng masih mengalami kenaikan, walaupun Pemerintah Pusat sudah mencanangkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Nyatanya harganya belum bisa standar, yakni Rp18 ribu sampai Rp 20 ribu per liter untuk kemasan premium,” ucapnya.
Selain minyak, kenaikan harga juga terjadi pada kedelai sebagai bahan baku utama tempe dan tahu, yakni dari Rp 11 ribu per kilogram menjadi Rp 12 ribu per kilogram. Meski begitu, stok kedelai diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Kebutuhan pokok lain yang mengalami kenaikan, lanjutnya, adalah telur ayam ras sebesar Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan stoknya masih mencukupi karena Kabupaten Semarang merupakan salah satu sentral penghasil telur di Jawa Tengah. Ditambahkan, daging sapi juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 115 ribu. Harga cabai merah besar Rp 52 ribu per kg, cabai merah kriting 51 ribu per kg.
Selanjutnya, rencana operasi pasar tetap ada. Pihaknya sudah meminta distributor maupun agen-agen besar supaya tidak menimbun. Terbukti menimbun, izin dagang langsung dicabut. Secara keseluruhan stok atau ketersediaan bahan pokok masih mencukupi. Pihaknya akan menggelar sidak bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Ia pun meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Kementerian Perdagangan RI untuk menggelar kembali operasi pasar. (cahya/priyanto)








