Hadi Santoso. (foto priyanto)
SURAKARTA – Kelancaran berlalu lintas menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi. Transportasi massal menjadi jawaban atas problematika permasalahan di kota-kota maju.
Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng saat menjadi narasumber dalam Dialog TV : Aspirasi Jateng : Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui Transportasi Massal, Rabu (24/4/2024). Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi tidak bisa lepas dari perpindahan manusia maupun barang. Sekarang ini bayang-bayang kemacetan mulai dikeluhkan oleh masyarakat.

“Ruas jalan tidak bertambah, sebaliknya angkutan pribadi terus bertambah. Kalau masalah tersebut tidak diurai, maka kemacetan menjadi permasalahan utama. Akibatnya mengganggu perekonomian daerah,” ucap Hadi.
DPRD pun mendorong terciptanya transportasi massal. Bahkan, dalam RPJMD pun transportasi massal menjadi road map untuk pembangunan daerah berkelanjutan.
“Sekarang ini daerah-daerah sedang menyiapkan system transportasi massal berkelanjutan. Saya merasakan betul kenyamanan dari sistem itu saat mendatangi objek wisata di Solo Raya,” katanya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Jateng Erry Derima Riyanto menegaskan Pemprov Jateng baru-baru ini meluncurkan koridor bus rapid transport (BRT) Solo-Sukoharjo-Wonogiri. Pelayanan BRT tersebut merupakan koridor ketujuh. Rute tersebut dipilih karena mewakili kebutuhan masyarakat untuk memiliki transportasi massal.
“Kehadiran BRT tersebut untuk menjawab permasalahan akan kebutuhan transportasi umum yang aman, murah, dan nyaman. Dengan pendekatan system aglomerasi, masyarakat tidak perlu susah-susah mendapatkan transportasi. Ke depan koridor-koridor kami perluas cakupan pelayanannya,” ucapnya.

Budi Yulianto dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) berpendapat sudah saatnya Pemerintah Provinsi Jateng mendorong semua daerah bisa terkoneksi layanan BRT. Dengan demikian, masyarakat bisa secara leluasa bepergian tanpa harus bersusah mencari angkutan yang nyaman dan murah.
Erry menambahkan kehadiran BRT mampu menarik minat masyarakat dalam bertransportasi. Sekarang ini sudah 23 juta masyarakat terlayani BRT dengan penumpang meliputi dari kalangan umum, pelajar, buruh, dan veteran.
Hadi pun meminta supaya gencar menyosialiasikan perlu dan pentingnya penggunaan transportasi umum untuk mengurai kemacetan lalu lintas. (priyanto/ariel)








