• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Rabu, 7 Januari 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

SOSIALISASI 4 PILAR: Pendidikan Pesantren Harus Kedepankan Pancasila

27/08/2022
in BERITA, SOSIALISASI
SOSIALISASI 4 PILAR: Pendidikan Pesantren Harus Kedepankan Pancasila

Abdul Azis. (foto cahya dwi prabowo)

UNGARAN – Tumbuh kembangnya pesantren pesantren di Jateng akhir-akhir ini sangat luar biasa. Pendidikan keagamaan menjadi dasar di dalam pesantren dan keberagaman santri yang berasal dari berbagai daerah menjadikan polarisasi di pesantren lebih terasa.

Kondisi itu terkadang menjadi rentan untuk disusupi sikap dan cara pandang ekstrim dalam beragama. Karenanya, dalam pesantren harus menempatkan Pancasila sebagai pilar utama mengatasi polarisasi yang ada di pesantren.

Bahasan itu mengemuka dalam dialog ‘Sosialisasi 4 Pilar Kebangasaan – DPRD Provinsi Jateng’ di Kabupaten Semarang, baru-baru ini. Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Abdul Azis, yang hadir sebagai narasumber, mengatakan potensi masuknya paham ekstrim di pesantren memang perlu diwaspadai sehingga pendidikan pesantren tetap harus berdasar Pancasila. 

Indonesia menjadi negara yang paling mampu menjaga kerukunan umat beragama atas dasar Pancasila. 

Dari kegiatan rutin di pesantren juga menunjukkan pengamalan dari sila pertama Pancasila. 

“Tetap pentingnya pengawasan dan evaluasi oleh lembaga pesantren terkait untuk mengurangi potensi ke radikal. Pancasila menjadi lambaran utama dalam pendidikan keagamaan di pesantren,” kata politikus yang juga pernah menjadi santri pondok pesantren.

Dia juga menambah, dalam perkembangan terkait mekanisme pendidikan dan pengelolaan pesantren, saat ini secara legislasi DPRD tengah menggodok perda inisiatif pemprov tentang pesantren. Perda itu nantinya akan banyak diskusi dengan Kemenag terkait data. 

“Dan dalam lingkungan pesantren, yang penting setia dengan Pancasila. Tidak hanya sebatas pernyataan, serta fungsi Kemenag sebagai pembina, pendataan dan pelayanan, akan diperjelas. Juga, menempatkan rambu-rambu yang bisa dimunculkan untuk menjaga kebersamaan dalam pesantren,” tambahnya.

Menanggapinya, Nur Abadi selaku Kabid Pendidikan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng, yang juga hadir sebagai narasumber, menuturkan 

langkah Kemenag nelakukan monitoring ke sejumlah pesantren, menyiapkan instrumen bagaimana penanaman dan pengembangan terhadap nilai-nilai Pancasila. Kemenag juga menggali secara intens terhadap pengasuh, pendidik, dan santri agar bisa memilah ajaran yang baik dan yang tidak sehingga nilai-nilai yang disampaikan ke para pengasuh dan pendidik harus berlandaskan Pancasila. 

“Pesantren inilah gudangnya nilai 4 pilar kebangsaan karena dalam pesantren mengambil keteladanan dari sisi agama sehingga penanaman karakter dan nilai Pancasila tidak diragukan lagi,” tutur Nur Abdi.

Senada, Abrori selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al Asror Semarang juga menerangkan di kalangan pesantren Pancasila menjadi pilar utama dalam menerapkan polarisasi yang diberikan. Yang pertama, berkembangnya sikap dan cara pandang yang benar dalam hal beragama, berkembangnya kebeneran yang ada di masyarakat terkait penafsiran tentang agama, dan berkembangnya semangat keagamaan. Ketiga hal itu menjadi acuan untuk mengelola kurikulum di pondok pesantren.

“Kami, Yayasan Al Asror, kurikulumnya sama dan kami selalu dalam pembelajaran kepada santri membangkitkan semangat nasionalisme dan menanamkan kecintaan kepada negara. Juga, semangat perjuangan kaum santri saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI, selalu kami tanamkan,” tegas Abrori. (ayuutami/ariel)

Tags: Abdul Azisdialog 4 pilarDPRD Jatenggedung berlianHumas Setwan JatengJateng Gayengkomisi esetwansetwan jateng
Previous Post

MEDIA TRADISIONAL: Masyarakat Purworejo Masih Gemari Tari Dolalak

Next Post

DIALOG PROAKTIF: Imam Ajak Masyarakat Ubah Stigma Kota Pensiun

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

DPRD Jateng Tetapkan 16 Raperda dan Siapkan Kerja 2026
BERITA

DPRD Jateng Tetapkan 16 Raperda dan Siapkan Kerja 2026

30/12/2025
DPRD Jateng Ketok Palu Sahkan Postur APBD 2026 dan 5 Perda
BERITA

DPRD Jateng Ketok Palu Sahkan Postur APBD 2026 dan 5 Perda

30/12/2025
Dorong Sinergi Strategis Media dan Ormas Bangun Wonosobo
BERITA

Dorong Sinergi Strategis Media dan Ormas Bangun Wonosobo

22/12/2025
Gubernur dan DPRD Se-Jateng Perkuat Kolaborasi Demi Jawa Tengah Maju
BERITA

Gubernur dan DPRD Se-Jateng Perkuat Kolaborasi Demi Jawa Tengah Maju

22/12/2025
Pekerja Informal Perlu Dapatkan Perlindungan Kerja
BERITA

Pekerja Informal Perlu Dapatkan Perlindungan Kerja

17/12/2025
Perlunya Drainase dalam Proyek Jalan Wiradesa-Kajen
BERITA

Perlunya Drainase dalam Proyek Jalan Wiradesa-Kajen

16/12/2025
Next Post
DIALOG PROAKTIF: Imam Ajak Masyarakat Ubah Stigma Kota Pensiun

DIALOG PROAKTIF: Imam Ajak Masyarakat Ubah Stigma Kota Pensiun

MEDIA TRADISIONAL: Inovasi Jangan Rusak Kekhasan Seni

MEDIA TRADISIONAL: Inovasi Jangan Rusak Kekhasan Seni

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah