SOAL KREDIT. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan jajaran Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang, Senin (7/11/2022), membahas soal penyaluran kredit. (foto priskilla candra cahyaningtyas)
MAGELANG – Penyaluran kredit Bank Jateng ke masyarakat masih menjadi sorotan Komisi C DPRD Provinsi Jateng. Untuk itu, Komisi C membahasnya dengan Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang dan Cabang Temanggung pada 7-8 November 2022.
Saat berdiskusi dengan Bank Jateng Cabang Magelang, Senin (7/11/2022), dibahas mengenai laba usaha yang tidak tercapai. Yuda Negara selaku Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang menjelaskan alasan tidak tercapainya laba itu karena masih terdapat beberapa debitur yang masih dalam penunggakkan pembayaran angsuran sehingga mengakibatkan masih tingginya pembentukan biaya kerugian kredit ekspektasian (expected credit loss/ ECL).
“Dimana, sampai dengan akhir Oktober 2022 akumulasi ECL yang terbentuk untuk Cabang Magelang adalah sebesar Rp 8,77 miliar. Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terdapat penurunan ECL sebesar Rp 1,33 miliar,” jelas Yuda.
Datanya menyebutkan, secara year on year (YoY) total aset pada Oktober 2021 sebesar Rp 2,67 triliun sedangkan pada Oktober 2022 Rp 1,84 triliun. Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2021 Rp 2,02 triliun sedangkan pada Oktober 2022 Rp 1,15 triliun.
Untuk kredit, pada Oktober 2021 Rp 1,44 triliun sedangkan pada Oktober 2022 Rp 770,71 miliar. Soal laba usaha, pada Oktober 2021 terealisasi Rp 52,39 miliar dan pada Oktober 2022 tercapai Rp 26,99 miliar.

Mendengar hal itu, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Budiyono tetap mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang. “Harapan dari evaluasi ini ke depan Bank Jateng Magelang menjadi lebih baik,” harap Budiyono.
Persoalan kredit juga dialami Bank Jateng Cabang Temanggung. Dalam diskusi dengan Pimpinan Bank Jateng Cabang Temanggung Tri Nugroho, Selasa (8/11/2022), Komisi C menilai penyaluran kredit masih fokus pada ASN.

“Temanggung agar tidak berfokus pada ASN saja. Diharapkan, berfokus pula pada mata pencaharian lain misalnya pertanian di Temanggung. Oleh karena itu, strategi bisnisnya perlu dirubah agar menjadi lebih baik ke depannya,” saran Anggota Komisi C, Padmasari Mestikajati.
Data Bank Jateng Cabang Temanggung mencatat, secara YoY jumlah aset pada Oktober 2021 sebesar Rp 1,16 triliun, sedangkan pada Oktober 2022 sebesar Rp 1,23 triliun. Soal DPK, pada Oktober 2021 sebesar Rp 867,09 miliar, sedangkan pada Oktober 2022 sebesar Rp 938,82 miliar.
Kredit pada Oktober 2021 Rp 859,35 miliar dan Oktober 2022 Rp 891,31 miliar. Laba pada Oktober 2021 sebesar Rp 36,09 miliar dan pada Oktober 2022 Rp 43,51 miliar. (tyas/ariel)








