TENAGA KERJA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Pemkot Pekalongan, Rabu (30/7/2025), membahas persoalan pengangguran dan pelatihan tenaga kerja. (foto ashar alhadi)
PEKALONGAN – Setelah menyambangi Kabupaten Batang, Komisi C DPRD Provinsi Jateng melanjutkan kegiatan monitoringnya ke Kota Pekalongan, Rabu (30/7/2025). Di Kantor Walikota, Komisi C berdiskusi dengan Pemkot Pekalongan membahas persoalan pengangguran.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perindustrian & Tenaga Kerja Kota Pekalongan Betty Dahfiani Dahlan menyampaikan bahwa dari populasi sekitar 321 ribu orang, ada 247 orang usia kerja. Dari angka itu, sekitar 9 ribu orang masih menganggur.
“Kami fokus pada lulusan SMA/SMK dengan melakukan pelatihan berbasis kompetensi. Tujuannya agar ada bekal saat mencari kerja,” kata Betty didampingi Sugiyo selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan.

Soal lapangan kerja di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), ia menilai banyak angkatan kerja yang merasa kesulitan untuk mengaksesnya. Hal itu mengingat biaya hidup yang harus ditanggung masih cukup tinggi.
“Jadi, banyak yang ingin bekerja di KITB tapi biaya hidup masih tinggi seperti biaya kos dan transportasinya. Kami sendiri berharap DPRD Jateng bisa membantu persoalan tersebut,” harapnya.

Mendengarnya, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Muhammad Afif berharap tempat-tempat pelatihan kerja dapat bekerjasama dengan perusahaan swasta. Dengah begitu, setiap orang yang telah mengikuti pelatihan dapat langsung bekerja.
“Harapan kami, beberapa tempat pelatihan kerja seperti BLK bisa bekerjasama dengan perusahaan atau industri agar mereka bisa langsung kerja,” kata Afif. (ashar/ariel)









