SERAHKAN WAYANG: Anggota DPRD Jateng Helmy Turmudhi menyerahkan wayang kepada dalang dalam pementasan Media Tradisional.(foto: priskilla tyas)
JEPARA – Dalam pelestarian budaya Jawa khususnya kabupaten Jepara menyelenggarakan kegiatan Media Tradisional : Nguri-uri Kesenian Jepara. Kali ini pementasan wayang kulit dengan lakon : “Tambak Romo”, di Balai Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Minggu (24/7/2022).

Keterlibatan pemerintah provinsi selaku penyelenggara media tradisional menjadi point penting dalam kelangsungan kehidupan pelaku seni tersebut. Dalam kegiatan Metra tersebut hadir dalam dialog parlemen Helmi Turmudhi yang juga sebagai anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah
“Wayang itu bagian dari kesenian khas Jawa dan di Jepara sudah menjadi kesenian tradisional, karena wayang sampai mendunia dan mengandung makna” jelas Helmi.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kades Desa Mambak Hadi Prayitno. Ia menambahkan dengan adanya wayang yang sebelumnya tidak boleh diadakan selama 2 tahun.
“Adanya wayang ini mulai sejak dulu sampai sekarang di Mambak tetap dikembangkan, Karena sejarah-sejarah agama juga lewat wayang,” tambah Hadi.
Menanggapi hal itu pelaku kesenian Miftakus Sururi mengatakan, saat ini masih banyak anak muda yang belum terlibat dalam pelaku kesenian. Mifta berharap agar DPRD Provinsi selalu memberikan dukungan anggaran untuk kesenian Jepara bagi anak muda.
“Banyaknya media sosial di masyarakat dapat dimanfaatkan untuk mensosialisasikan wayang di jepara” jelas Mifta.
Menutup dialog Parlemen dalam Media Tradisional Kabupaten Jepara Helmi berharap kesenian khas jepara memang harus diuri-uri agar tidak hilang dan punah.(tyas/priyanto)








