SENI HADRAH. Penampilan kesenian hadrah dalam kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Media Tradisional DPRD Provinsi Jateng’ di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqomah Desa Karangsari Kabupaten Kebumen, Minggu (23/7/2023) malam. (foto teguh prasetyo)
KEBUMEN – Dalam kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Media Tradisional (Metra),’ Anggota DPRD Provinsi Jateng Bambang Eko Purnomo menggelar pentas seni budaya ‘Hadroh’ bagi Warga Karangsari Kabupaten Kebumen. Gelaran Metra itu dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqomah Desa Karangsari Kabupaten Kebumen, Minggu (23/7/2023) malam.
Sebelum digelarnya budaya Hadroh, Bambang Eko Purnomo melakukan dialog dengan Pengasuh Ponpes Johan Amru dan Tokoh Masyarakat setempat. Saat berdialog, ia mengatakan seni budaya hadroh atau hadrah itu merupakan kesenian tradisional turun temurun yang layak dilestarikan.

“Lagu-lagu terbang hadrah tidak selalu syairnya bershalawat tetapi ada juga syair lagu yang sifatnya memberi nasihat yang mudah dipahami,” kata Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng itu.
Ia berharap, dengan melestarikan kesenian hadrah, dapat memperkuat ukhuwah/ rasa persaudaraan antarmasyarakat. “Melalui hadrah yang menampilkan musik rebana, dapat saling memperkuat ukhuwah sehingga warga masyarakat tetap menjaga persatuannya,” harapnya.

Usai berdialog, Bambang bersama pengurus ponpes, para santri, dan sejumlah warga desa menikmati kesenian hadrah. Dalam hal ini, Bambang mengaku apresiatif dengan semangat untuk melestarikan kesenian tersebut karena banyak kaum muda yang masih antusias dalam berkesenian hadrah.
Dari penjelasan pengurus ponpes, seni terbang hadrah merupakan nyanyian Islami atau shalawat yang diiringi dengan permainan beberapa alat musik terbang/ rebana atau ansambel. Musik terbang hadrah merupakan permainan musik terbang sederhana, baik pola pukulan dari masing-masing alat musik maupun lagunya.
Syair lagu terbang hadrah berbentuk bait-bait. Lagu-lagu terbang hadrah sendiri bervariasi, ada yang menggunakan syair berbahasa Arab, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa. (ariel/priyanto)









