LIHAT BERAS : Ketua Komisi B Sarno melihat hasil pengolahan beras milik Gapoktan Sidomulyo di Godean, Sleman.(foto: ervan ramayudha)
YOGYAKARTA – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidomulyo di Godean, DIY menjadi tujuan kunjungan kerja Komisi B DPRD Jateng, Selasa (29/5/2024). Berkunjung ke tempat tersebut dinilai tepat, mengingat Gapoktan Sidomulyo mampu mengelola kebutuhan stok beras di Provinsi DIY. Ketua Komisi B Sarno menyatakan, kedatangan Dewan tersebut untuk memperkaya data dan informasi dari draf Raperda Sistem Pertanian di Jateng yang tengah disusun.

“Ini menjadi masukan bagi kami. Setidaknya bagaimana konsep dari Gapoktan Sidomulyo bisa mampu berkembang memuni stok beras di DIY. Nantinya Pemprov Jateng bisa meniru langkah yang diambil Gapoktan Sidomulyo ini ,”ucapnya saat memimpin rombongan. Pada kesempatan itu turut mendampinginya Bambang Dwi Witjaksono selaku Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Prov.DIY.

Bambang mengemukakan, pengembangan bisnis perberasan di Sidomulyo terbilang sukses besar. Sejak berdiri pada 2008 sampai sekarang ini bisa memenuhi stok beras sampai 270 ton per bulan. Bahkan aneka jenis beras dari premium sampai organik tersedia, termasuk beras merah dan hitam pun ada. Tak hanya itu bawa merah dan bekatul pun juga dijual.
“Bahkan Gapoktan ini mampu bekerja sama dengan PT Nestle. Pemprov DIY pun kerap bekerja sama dalam pembelian beras untuk ASN. Berangkat dari itulah Pemprov bersama DPRD DIY menyusun Perda Cadangan Pangan yang sudah disahkan pada 2018,” ucapnya.
Salah seorang pengurus Gapoktan Sidomulyo Subangun menjelaskan, untuk membangun gapoktan ini tidaklah terlalu mudah. Setelah 2008 merintis, barulah pada 2010 memberanikan diri mengelola tata niaga beras. Mereka terlebih dulu membeli panen dari petani yang menjadi anggotanya. Cara itu diambil supaya petani tidak terjerat dengan tengkulak dan pengepul.
“Kita beli dengan harga sebagaimana harga gabah yang ditetapkan pemerintah. Barulah setelah ada panen raya, harga gabah yang naik kita jual,” jelasnya.
Cara itu terus menerus dilakukan. Kerja sama dengan petani diintensifkan termasuk secara rutin bulanan menggelar rapat. Barulah pada Oktober 2010, memberanikan diri untuk mengelola pasokan beras. Sekarang ini sudah membuat merek yakni beras super Sidomulyo.
“Saat ini bisa bekerja sama dengan kelompok KFC untuk penyediaan beras. Bahkan dengan difasilitasi Dinas Pertanian Sleman, kami menjadi penyedia tunggal beras untuk ASN se-DIY,” jelasnya.
Sekarang ini pula Gapoktan Sidomulyo sudah memiliki gudang dengan fasilitas lengkap. Termasuk dalam hal manajemen pun tata kelolanya sudah dinilai tidak merugikan petani. Gabah yang dibeli tidak akan dibeli dengan harga murah. Sarno menegaskan, Pemprov Jateng perlu membentuk daerah percontohan seperti yang dilakukan Gapoktan Sidomulyo.(mentari/priyanto)








