SOAL SEKOLAH. Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi SMK Jateng di Kabupaten Purbalingga, Selasa (10/3/2026), melihat perkembangan sekolah. (foto biNTAri setyawati)
PURBALINGGA – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyambangi Kampus SMK Negeri Jateng di Kabupaten Purbalingga, Selasa (10/3/2026). Kunjungan itu bertujuan untuk melihat secara langsung pengembangan pendidikan vokasi yang berkualitas sekaligus meninjau program sekolah kejuruan gratis bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di Jateng.
Rombongan Komisi E dipimpin Sekretaris Komisi E Zainuddin, turut hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Arinugroho. Kedatangan mereka disambut oleh Plt. Kepala Sekolah Sigit Priyambodo beserta jajaran guru.
Dalam pertemuan itu, pihak sekolah memaparkan berbagai program pendidikan yang dijalankan di sekolah berasrama tersebut. Zainuddin, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Komisi E memiliki tanggung jawab dalam pengembangan sektor pendidikan di Jateng, termasuk pendidikan kejuruan. Menurut dia perhatian tidak hanya pada kurikulum tapi juga pada penganggaran, sarana prasarana dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

“Kami perlu mengetahui secara jelas apakah anggaran yang dialokasikan sudah mencukupi atau masih perlu ditambah, serta bagaimana realisasi dan outputnya, baik dari sisi sarana prasarana maupun peningkatan kualitas pendidik,” ujarnya, sembari menilai program sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu itu merupakan terobosan penting yang harus tepat sasaran.
Sementara, Setya Arinugroho menilai SMK Negeri Jateng dapat menjadi cikal bakal pengembangan konsep sekolah rakyat berbasis asrama. Dengan begitu, sekolah tersebut mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten sehingga lulusan tidak menambah angka pengangguran.
“Kami berharap sekolah bisa menjadi solusi peningkatan kualitas SDM di Jawa Tengah. Lulusannya juga akan memiliki keterampilan yang siap digunakan di dunia kerja,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Sigit Priyambodo menjelaskan bahwa SMK Negeri Jateng di Purbalingga awalnya bernama SMK Negeri 3 Purbalingga yang didirikan pada 2013 atas gagasan Pemerintah Kabupaten Purbalingga saat dipimpin Bupati Heru Sudjatmoko. Tujuan utama pendirian sekolah tersebut adalah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan kejuruan berkualitas yang dapat diakses secara gratis oleh siswa dari keluarga kurang mampu. Menurut dia sekolah dibawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar siswa memiliki keterampilan, kreativitas, dan daya saing yang tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak yang baik.
Guru Bimbingan Konseling Istiyana juga menyampaikan bahwa sekolah menerapkan sistem asrama dengan jumlah siswa saat ini sebanyak 128 orang. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan bagi pengembangan sekolah.
“Kami berharap adanya penambahan jurusan dan jumlah siswa sehingga fasilitas asrama juga dapat diperluas. Saat ini sarana prasarana masih terbatas, termasuk kendaraan operasional dan fasilitas ibadah,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi E Bagus Suryokusumo menyarankan agar pihak sekolah menyampaikan kebutuhan secara rinci melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan. Penyusunan kebutuhan tersebut perlu disesuaikan dengan dokumen pelaksanaan anggaran agar dapat dipertimbangkan dalam perencanaan anggaran ke depan.
Di akhir kunjungan, Zainudin menegaskan bahwa pemerintah harus terus hadir dalam mendukung pengembangan pendidikan. Khususnya, sekolah kejuruan yang berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di Jateng. (dyana/priyanto)






