RESES DPR. Sri Hartini menghadiri acara reses Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Nomor 9 Kota Semarang, Jumat (20/2/2026). (foto boy priyanto)
GUBERNURAN – Komisi B DPRD Provinsi Jateng sangat mendukung adanya pengembangan sektor industri dan pariwisata. Disamping itu juga mendorong langkah Pemprov Jateng untuk membuka kawasan ekonomi khusus supaya dapat menekan angka pengangguran.
Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi B, Sri Hartini, usai menghadiri kunjungan kerja reses Komisi VII DPR di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Nomor 9 Kota Semarang, Jumat (20/2/2026). Baginya, untuk menopang perekonomian daerah, diperlukan terobosan yang berani dari pemerintah. Karena itulah, dengan kehadiran Komisi VII DPR, Pemprov Jateng dapat ‘titip’ supaya pusat bisa memberikan perhatian besar pada Jateng.
“Presiden kita sangat menaruh perhatian pada Jateng. Mumpung ada Komisi VII, pemprov bisa minta apa saja supaya kebijakan pusat berpihak pada Jateng dalam pengembangan industri dan pariwisata,” ucapnya.

Masalah pengembangan industri dan pariwisata menjadi fokus perhatian Komisi VII. Bahkan kepada Gubernur Ahmad Luthfi, Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menilai Jateng memiliki posisi strategis dalam peta pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia provinsi ini berperan penting dalam mendukung agenda transformasi ekonomi Indonesia.
“Provinsi Jateng memiliki potensi besar di sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal menjadikan Jateng sebagai simpul penting pengembangan industri baru di Pulau Jawa,” kata Rahayu.
Apresiasi serupa juga disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty. Ia menyoroti kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jateng periode 2022–2025 yang menunjukkan tren peningkatan signifikan.

“Luar biasa loh Jateng ini meningkat, tentu ini tidak lepas dari dampak positif rute penerbangan langsung dari Singapura, Kuala Lumpur ke Semarang,” kata legislator dapil Jateng III itu.
Pada 2025, sektor pariwisata tercatat menyumbang 3,74% terhadap PDRB Jateng. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah daerah tujuan wisata sekitar 32% sejak 2022, yang menunjukkan geliat pariwisata semakin kuat.
Menanggapi apresiasi tersebut, Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Komisi VII DPR RI terhadap pembangunan di daerahnya. “Kehadiran Bapak/ Ibu menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pusat dengan daerah,” kata Luthfi.
Ia menegaskan pembangunan Jateng tidak hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan juga harus diperkuat oleh sektor-sektor produktif seperti industri dan pariwisata. Di sektor pariwisata, Pemprov Jateng terus mendorong pengembangan lebih dari 1.000 desa wisata, sekaligus memperkuat destinasi unggulan seperti Borobudur dan Rawapening. (agung/ariel)







