Endro Dwi Cahyono. (foto dewi kembangarum)
KLATEN – Dalam rangka pengawasan tematik terpadu pengangguran terkait kebijakan dan pelaksanaan program berbasis sumber daya alam lintas sektor, Komisi B DPRD Provinsi Jateng menyambangi Kantor Bupati Klaten, Selasa (12/5/2025). Disana, Komisi B disambut hangat oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajarannya.
Membuka diskusi, Hamenang memaparkan beberapa hal seputar pengangguran. Dikatakannya, tingkat partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik dari 66,71% pada 2023 menjadi 74,24% pada 2024, meski jumlah pengangguran terbuka meningkat menjadi 30.525 jiwa yang didominasi usia 20–24 tahun, lulusan SMK, dan perempuan.
“Secara data, TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) justru turun dari 4,2 persen pada 2023 menjadi 3,9 persen pada 2024. Artinya, ekonomi kami mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak,” ujar bupati.

Mendengarnya, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Endro Dwi Cahyono menanyakan langkah strategis Pemkab Klaten. Ia menilai langkah itu dibutuhkan agar penurunan TPT dan peningkatan peluang kerja bisa berkelanjutan.
“Apa strategi yang akan dilakukan untuk mengurangi dominasi pengangguran muda dan lulusan SMK?” tanya Endro.
Bupati menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan adalah pelatihan dari Disperinaker seperti menjahit, otomotif, las, hingga wirausaha baru seperti olahan makanan, tata rias, rajut, dan teknisi ponsel. Hingga Agustus 2025, tercatat ada 55 kasus PHK yang mayoritas karena efisiensi, dengan jumlah terbesar dari PT Intan Pariwara.
“Pelatihan kami berikan bagi warga yang belum bekerja atau berpenghasilan rendah agar bisa terserap di perusahaan atau membuka usaha sendiri,” katanya.

Sementara, Anggota Komisi B, Endrianingsih Yunita, turut menyoroti sektor pertanian. Hal itu mengingat Klaten terkenal sebagai penghasil Beras Rojo Lele.
“Apakah ada pelatihan dari OPD (Otganisasi Perangkat Daerah) terkait bidang pertanian, mengingat anak milenial dan Gen Z kini banyak yang kurang tertarik bertani?” kata Endri, sapaannya.
MINAT PEMUDA
Menanggapinya, Hamenang mengaku tetap berupaya memberikan pelatihan pertanian modern. Disamping itu, pihaknya juga melaksanakan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian agar lebih menarik bagi generasi muda.
“Namun, (diakui) memang tantangannya besar karena minat anak muda di sektor ini terus menurun,” ungkapnya. (nora/ariel)









