KUNJUNGAN KERJA : Komisi E melakukan kunjungan kerja ke Kantor BPBD Kudus untuk mengetahui kesiapan dalam penanggulangan bencana.(foto: rafdan rahinnaya)
KUDUS – Untuk mengetahui persiapan apa saja dalam upaya penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor, Komisi E DPRD Jateng mengunjungi kantor BPBD Kabupaten Kudus, Rabu (4/12/2024).

Zainudin selaku Sekretaris Komisi E mengatakan sinergisitas antar lembaga dan OPD harus ditingkatkan guna mengantisipasi persiapan penanggulangan bencana. Oleh karena itu, persiapan logistik dan tempat pengungsian harus difungsikan secara optimal.
“Dikabupaten kudus banyak sekali lembaga (ponpes) ini dapat kita manfaatkan guna membantu para pengungsi seperti gedung bisa di pinjamkan, dapur untuk dapur bersama sehingga saudara saudara kita pengungsi bisa merasakan kenyamanan” terang Zainudin.
Berdasarkan peta daerah rawan bencana Kabupaten Kudus tahun 2021 terdapat lima desa paling berpotensi bencana banjir, satu desa paling berpotensi banjir bandang, dan 29 desa berpotensi banjir genangan. Selain itu ada juga lima desa yang paling berpotensi longsor permukiman dan 2 desa berpotensi longsor persawahan.

Selanjutnya, anggota komisi E Faiz Alaudin mengatakan bahwa dengan adanya bencana banjir perlu juga kesehatan para pengungsi diperhatikan. Banjir merupakan bencana yang membawa air kotor dan banyak penyakit. Diharapkan para tenaga kesehatan turut memperhatikan kesehatan para pengungsi.
“Perlu adanya keseriusan dalam pencegahan wabah yang semakin melebar yakni adanya penyakit. Karena kita tahu bahwa banjir merupakan sumber penyakit karena banyaknya air kotor ” ungkap dia.
Menjawabnya, Kepala Pelaksanan Harian BPBD Kabupaten Kudus Mundir mengungkapkan bahwa sudah ada sinergisitas antar-OPD, lembaga dan para sukarelawan. OPD sudah melakukan pengumpulan logistik dan sudah mulai terdistribusi ke para pengungsi.(rafdan/priyanto)








