DIALOG PROAKTIF: Mas Kholik Bertekad Terus Mengabdi dan Berbakti

WhatsApp Image 2022 11 27 at 13.37.04 (2)

BERSAMA WARGA: Anggota DPRD Kholiq Idris saat bersama warga pada kegiatan Dialog Proaktif DPRD Jawa Tengah.(sonidinata/priyanto)

WONOSOBO – Putra daerah Wonosobo Kholiq Idris adalah sosok yang tak asing bagi daerahnya. Seorang legislator dengan segudang peran di organisasi dan pengabdiannya kepada masyarakat serta sebagai orang yang pernah menjadi wakil rakyat di Wonosobo selama tiga periode, ke mana pun dia melangkah selalu saja ada warga yang menyapa. Tak terkecuali di Desa Tempursari dan Talonombo di Kecamatan Sapuran. Hidup baginya harus dimaknai dengan pengabdian masyarakat dan kesederhanaan.

Pada kegiatan Dialog Proaktif DPRD Jawa Tengah, Sabtu (26/11/2022), Kholik Idris mengenalkan kiprah dan dedikasinya kepada Wonosobo. Ia yang kini menjadi anggota DPRD Jateng itu kerap menyalurkan program pemerintah melalui aspirasi dan bantuan lainya. Di Desa Tempursari, ia mengenalkan Kelompok Tani dan Ternak “Melati”. Kelompok tersebut telah mendapatkan beberapa ekor sapi untuk dikembangbiakkan. Selain itu bersama Kades Tempursari Soeripto, Mas Kholik-sapaan akrabnya mengajak untuk melihat hasil aspirasi yang pernah diturunkan yakni pembuatan bendungan sungai supaya dapat mengaliri sawah dan ladang yang berada di atas aliran sungai.

“Sekarang ini kelompok tani dan ternak ikan di daerah sini tidak risau lagi kesulitan air untuk mencukupi kebutuhan air yang diperlukan,” ucapnya.

Masih di sekitar Kecamatan Sapuran, politikus Demokrat ini mengenalkan Desa Talunombo dimana di desa ini terdapat desa wisata dengan konsep alam dan kearifan lokalnya. “Desa Talunombo merupakan desa wisata yang mengenalkan alam dan mengenalkan berbagai macam bentuk joglo/gasebo. Bahkan beberapa joglo bisa untuk bermalam dengan menikmati keindahan alam di kaki Gunung Sumbing,” ungkapnya.

Kholik Idris yang saat ini sebagai Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, meskipun secara tugas jauh dari pembinaan kelompok masyarakat tidak menyurutkan langkahnya untuk terus melakukan pembinaan kepada masyarakat Wonosobo. Ia buktikan dengan kegiatan menjadi pembina kelompok UMKM Batik Carica Khas Wonosobo. “Batik Khas Wonosobo ini secara hasil tidak kalah jauh dengan batik yang lainnya, saat ini kami sedang berupaya agar setiap pegawai pemerintahan di Wonosobo setiap hari tertentu untuk menggunakan batik Wonosobo” terangnya.(soni/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi