KUNJUNGAN LAPANGAN : Jajaran Komisi B saat berada di sekitar Waduk Cengklik, Boyolali.(foto: dyana sulist)
BOYOLALI – Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah berkunjung ke Waduk Cengklik di Kabupaten Boyolali, Selasa (27/02/2024). Kunjungan dimaksudkan untuk menggali informasi terkait pengembangan waduk untuk bisa dijadikan area destinasi wisata tersebut. Kepada Komisi B DPRD Jateng, Kariyono selaku Sekretaris Disporapar Kabupaten Boyolali menjelaskan Waduk Cengklik dibangun pada masa pemerintah kolonial hindia belanda sekitar tahun 1930.

Seiring waktu, saat ini di sekitar waduk tumbuh pusat-pusat ekonomi. Ada plaza UMKM, jogging track, serta penataan lingkungan. Hal ini, turut menjadi satu kawasan waduk untuk ke depannya akan dioptimalkan.
‘’ Selain memanfaatkan masyarakat kami harapkan ikut menjaga dan merawat Waduk Cengklik dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai membuat vandalisme, sampah di mana-mana dan sebagainya. Masyarakat harus kita beri edukasi untuk menjaga dan merawat, Kemudian karena fungsi Waduk Cengklik sebagai irigasi dan pengairan tentunya, kata Ia dapat meningkatkan ketahanan pangan‘’ terangnya.

Ketua Komisi B Sarno mengapresiasi keberadaan masyarakat desa setempat yang turut berkecimpung dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Adanya dorongan pemerintah terhadap kegiatan ekspor beragam hasil bumi adalah mendukung kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, dan juga UMKM masyarakat agar meningkatkan taraf perekonomian.
‘’Dalam tata kelola dan destinasi wisata waduk cengklik ini kurang agak memadai serta belum diiringi dengan pembangunan kawasan yang menjaga kelestarian alamnya. Mengingat kawasan wisata Waduk Cengklik ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata Boyolali. Tentu kondisi ideal kegiatan wisata perlu ditata dan dikembangkan agar kawasan wisata Waduk Cengklik tepat sasaran menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan. Melalui pendekatan Soft System Methodology (SSM) perencanaan pada kawasan wisata Waduk Cengklik menerapkan konsep ekowisata sebagai tema wisata yang berusaha melakukan preservasi dari Waduk Cengklik sehingga kelestarian tetap terpelihara.’’ Jelas Sarno.
Sementara Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni menambahkan, mengenai standardisasi produk UMKM bertujuan untuk meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, masyarakat, dan negara. Untuk memajukan keunggulan destinasi wisata dengan potensinya masing-masing dorongan masyarakat lokal juga menyambut antusias wisatawan.(dyana/priyanto)








