BERI CENDERA MATA. Ketua Komisi B Sumanto memberikan cendera mata gunungan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya (Disbudpar) Antiek Sugiharti, Jumat (24/1/2020).(Foto: Faiz Fuadi)
SURABAYA – Perkembangan Kota Surabaya dalam satu dekade terakhir ini begitu pesat. Penataan ruang Ibu Kota Provinsi Jatim itu begitu rapi dan terpenting menjadi daya tarik pariwisata tersendiri. Acap kali Surabaya menggelar kegiatan-kegiatan untuk menunjang kepariwisataan tidak hanya untuk ajang lokal namun kerap merambah internasional.

Kemenarikan itulah yang mengundang Komisi B DPRD Jateng untuk bertandang ke Kota Surabaya. Dewan ingin menarik ilmu dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya agar bisa ditularkan ke Jateng supaya bisa mengonsep dan membuat acara-acara spektakuler.
Pada Jumat (24/1/2020), Komisi B mendatangi Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya di Gedung Siola, Tunjungan St No.1-3, Genteng, Surabaya.
Dituturkan Ketua Komisi B Sumanto, dulu Kota Surabaya masih terlihat kumuh. Namun sekarang sangat jauh berbeda, bagus dan tertata.
“Waktu kecil saya ke Surabaya masih terlihat kumuh, sekarang sudah beda, sudah bagus dan tertata. Tidak salah jika kota-kota lain meniru perkembangan yang ada di Surabaya termasuk dalam hal pameran atau event –event yang diadakan di Surabaya,” Katanya.
Ia juga menyebutkan seperti acara International Cross Culture Festival yang melibatkan 15 negara sangat menarik dan layak ditiru oleh kota-kota lain. Selain menjadi hiburan event tersebut mampu menarik para wisatawan untuk melihat event tersebut.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Sri Marnyuni menanyakan bagaimana event internasional tersebut dilaksanakan dengan melibatkan 15 negara dan event tersebut ditampilkan dengan tanpa dipungut biaya alias gratis.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya (Disbudpar) Antiek Sugiharti menjawab, pihaknya terus menggenjot kegiatan-kegiatan wisata bertaraf nasional maupun internasional, hal ini dilakukan agar wisatawan semakin banyak berdatangan ke kota surabaya.
Acara International Cross Culture Festival dilaksanakan melibatkan banyak pihak atau dinas-dinas lain. Sehingga kegiatan event tersebut bukan hanya kegiatan Disbudpar Kota Surabaya melainkan kegiatan Pemkot Surabaya. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dikoordinasikan di tingkat asisten sehingga melibatkan dinas-dinas lain, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan dan Tata Kota, dan dinas-dinas lain yang berhubungan dengan kesuksesan event tersebut.
Sejumlah acara tahunan di Kota Surabaya yang banyak menarik wisatawan antara lain, Festival Rujak Uleg, Surabaya Vaganza, Cak Ning Surabaya, Surabaya Fashion Parade, Pasar Malem Tjap Toendjoengan, Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival, Surabaya Merah Putih, dan Parade Surabaya Juang.(faiz/priyanto)








