RAKOR PENDAPATAN: DPRD Dukung Upaya Optimalisasi Pendapatan Daerah

Screenshot 20220330

BAHAS PENDAPATAN. DPRD bersama Pemprov Jateng dalam rakor pendapatan di Kota Surakarta, Rabu (30/3/2022). (foto antonius george raynaldy eka bayu prakasa)

SURAKARTA – Dalam rapat koordinasi (rakor) pendapatan di Kota Surakarta, Rabu (30/3/2022), DPRD Provinsi Jateng tetap mendukung upaya pemprov mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menilai selama pandemi Covid-19 angka PAD belum mencapai target.

Data yang dimilikinya mencatat, target PAD pada 2021 sebesar Rp 15 triliun tercapai sebesar Rp 14,69 triliun atau 97,85%. Kemudian untuk PAD pada  2022 per bulan Februari, angka persentasenya mencapai 13,81%.

Meski masih pandemi, kegiatan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah harus menjadi prioritas, mengingat pada 2022 ini merupakan tahun recovery Covid-19. “Tentu, harapan kita pada 2022 ini pertumbuhan ekonomi yang semakin positif, berjalan searah dengan PAD. Sehingga, pendapatan yang tinggi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Politikus PKB itu dalam sambutannya.

Sementara, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku sangat apresiatif dengan kehadiran DPRD dalam Rakor Pendapatan. Diharapkan, dengan kolaborasi yang baik, maka perumusan target pendapatan daerah untuk perubahan 2022 dan murni 2023 dapat dibahas dan ditetapkan secara obyektif.

Dikatakannya, porsi PAD dari tahun ke tahun sudah mencapai lebih dari 50% dari total pendapatan daerah. Dengan begitu, semakin tinggi persentasenya, maka semakin menunjukkan tingkat kemandirian dalam pendanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan diantaranya optimalisasi penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah, menginventarisir dan optimalisasi pemanfaatan pemberdayaan aset daerah, peningkatan kerjasama Pemerintah dan Swasta, dan peningkatan peran BUMD agar dapat memberi kontribusi optimal pada PAD.

“Saya minta para kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) agar mengoptimalkan aset-aset yang dikelola. Dalam konteks pendapatan, panjenengan semua adalah kontributor, kontribusi dari optimalisasi aset ini selain untuk meningkatkan PAD juga diarahkan dalam rangka pengamanan fisik maupun administrasi dari aset itu sendiri. Kepada para pimpinan BUMD dan jajarannya, tingkatkan profesionalisme dalam bekerja. BUMD memiliki keleluasaan dan kelincahan dalam berusaha, tidak seperti birokrasi,” tegasnya.

Soal BUMD, ia mengakui persaingan di dunia bisnis sangatlah ketat. Terlihat dari penerimaan dividen dari BUMD yang masih sangat kecil. Tercatat, realisasi pada 2021 lalu sekitar Rp 508 miliar atau setara 3,4% dari PAD sejumlah Rp 14,6 triliun.

“Pendapatan daerah merupakan salah satu sumber utama pendanaan pembangunan daerah. Oleh karenanya, perlu strategi yang baik mulai dari tahap perencanaan atau penyusunan target pendapatan sampai dengan upaya-upaya bagaimana mencapai target yang telah ditetapkan nantinya,” pungkasnya. (jos/ariel)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.