KUMPUL SENIMAN : Anggota DPRD Jateng Isnaeni saat berkumpul dengan seniman yang tergabung dalam Hok-Ya di Wonosobo.(foto: azhar alhadi)
WONOSOBO – Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Isnaeni tak melupakan seniman-seniman yang ada di Wonosobo. Melalui sebuah wadah yang dinamakan Hok-Ya, dia ingin tempat itu menjadi sebuah embrio untuk membesarkan kesenian di tanah kelahirannya itu.

Tidak mudah membesarkan Hok-Ya. Ia merintis dengan mengumpulkan satu per satu seniman serta kelompok keseniannya. Dan akhirnya nama Hok-Ya dikenal luas oleh masyarakat yang tinggal di daerah berhawa dingin itu. Nama Hok-Ya sebenarnya bahasa gaul dari masyarakat di lereng Gunung Sindoro-Sumbing saat mengapresiasikan rasa senang, bahagianya terhadap sesuatu. Biasanya diapresiasikan melalui tarian atau joget.
“Masyarakat sini (Wonosobo), kalau melihat sesuatu yang senang biasanya spontan berucap hok ya. Akhirnya kami jadikan nama wadah kesenian di sini,”ucapnya.
Bahkan Isnaeni menggelar acara pentas akbar barisan dari paguyuban kesenian Hok-Ya. Menurut ia, kesenian sekarang masih dalam tingkatan seperti kamu marjinal yang belum diangkat derajatnya dari semua kalangan. Maka dari itu ia selalu mengangkat kesenian supaya derajatnya terangkat.
“Kesenian di sini terbagi menjadi tiga kelompok yaitu Tari Bangilun Putri, Tari Jaranan dan ikonnya Wonosobo yaitu Tari Lengger. Saya harap dengan acara seperti ini kesenian itu tetap dibudaya supaya tidak punah dan terkikis oleh budaya modern. Terbukti dengan pentas seni ini, anak muda-mudi di wonosobo juga ikut serta melestarikan budaya kesenian ini, slogan ora mlengger ora maer ora ngimblik ora asik akan selalu disuarakan oleh penerus generasi muda di Wonosobo,” ujar Isnaeni.

Ditemui di kediamannya, Wonosobo, Jumat (7/6/2024), Isnaeni menceritakan perjalananya dari awal hingga kini menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Ia mencaritakan berbagai macam aspirasi yang diangkat dari permintaan masyarakat. Salah satunya mengenai infrastruktur yaitu Jalan beton yang sangat berguna bagi warga sekitar.
“Ya beginilah kondisinya setelah terealisasi pembuatan jalan beton untuk warga sekitar, yang dimana kondisi sebelum di beton adalah jalan tanah biasa, permintaan warga memang beton, karena kalau aspal ketahanannya lebih singkat daripada beton, dan jalan ini pun melingkar menghubungkan dua desa. Alhamdulillah jalan ini sangat membantu dari segi ekonomi warga, mobilitas pertanian jadi tidak terhambat,” ucapnya
Di saat meninjau hasil realisasi aspirasi beton, Isnaeni juga menyempatkan diri untuk melihat hasil aspirasi lainnya yaitu berupa rumah ibadah masjid yang telah direalisasikan olehnya dengan bantuan warga setempat. Masjid tersebut telah berdiri kokoh dengan hasil tanah wakaf dari keluarga Isnaeni pribadi, pembangunan masjid dikelola swadaya masyarakat dengan juga dana bantuan dari pemerintah provinsi.(azhar/priyanto)








