DIALOG RADIO: Wakil Ketua DPRD Quatly Abdulkadir Alkatiri mengisi acara di Solo Radio FM.(foto: azam addin)
SURAKARTA – Meningkatnya isu suku, agama, ras, antar golongan (SARA) yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila terus bertambah dewasa ini. Banyak di antara mereka melakukannya melalui akun-akun media sosial seperti Facebook, Instagram hingga Twitter. Media digital tidak lagi menjadi ajang menanamkan karakter dan moral Pancasila, namun yang terjadi justru sebaliknya.

Dalam tajuk kegiatan “Terapkan Moral Pancasila di Era Digital” di Solo Radio, Senin (21/6/2022), Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri menjelaskan, pentingnya generasi milenial untuk cermat dalam bersosial media. Dalam kegiatan itu turut mengisi acara anggota Komisi A, M Yunus.
“Masyarakat khususnya generasi milenial harus lebih cermat dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Misalkan dengan tidak menyebarkan berita-berita yang belum jelas kebenarannya,” ungkap dia.
Sebagai salah satu pengguna Sosial media terbesar di dunia, Indonesia pada Januari 2022 mencapai 191,4 juta atau setara 68,9% dari total populasi. Dengan jumlah yang sangat besar, politikus PKS ini berpesan agar anak muda lebih mengutamakan konten yang positif.
“Generasi milenial diharapkan dapat memanfaatkan media sosial dengan membuat konten-konten positif,” ucap Quatly.
Maraknya konten negatif berdampak buruk pada moral Pancasila di masyarakat. Dampak yang lebih luas munculnya pembelahan kelompok dalam skala besar. Untuknya, “masyarakat hendaknya belajar menerima perbedaan, terlebih lagi Pemilui yang semakin dekat selain itu jangan terperdaya pada konten hoaks dan cermatlah sebelum menyebarkan berita,” tutur Quatly.








