Perlu Dipelajari, ‘Resep’ Pelestarian Budaya dari Bali

IMG 20251212 WA0007

SOAL BUDAYA. Komisi E DPRD Provinsi Bali bersama Dinas Kebudayaan Bali, Jumar (12/12/2025). (foto agung setiyo)

DENPASAR – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti persoalan pelestarian budaya. Hal itu terlihat saat Komisi E berdiskusi dengan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pemajuan Adat Provinsi Bali, Jumat (12/12/2025).

Ketua Komisi E, Messy Widyastuti, menilai Jateng perlu mempelajari strategi jitu dalam menjaga dan memajukan adat, tradisi, dan kearifan lokal. Untuk itulah, tujuan utama Komisi E adalah menggali rahasia sukses Provinsi Bali dalam mempertahankan budaya yang masih sangat kental meskipun banyak wisatawan asing yang berkunjung.

Menanggapinya, Kepala Dinas Pemajuan Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Saputra menjelaskan kearifan lokal Bali memiliki fondasi yang unik. ​Selain dimensi spiritual, penguatan juga dilakukan di sektor ekonomi. 

Desa adat didorong untuk mengembangkan LPD (Lembaga Perekonomian Desa) dan BUMDA (Badan Usaha Milik Desa Adat) sebagai wadah untuk menumbuhkan ekonomi berbasis kearifan lokal. Dinas Kebudayaan bahkan memberikan dana hibah senilai Rp 300 juta untuk setiap desa adat guna mendukung pengembangan BUMDA.

​”Kebudayaan dikaitkan dengan keagamaan. Setiap upacara keagamaan pasti ada tari-tarian dan gamelan,” jelas Agung.

​Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Made Widiada juga menjelaskan, untuk memperkuat struktur pelestarian, Provinsi Bali fokus pada penguatan tata pemerintahan desa adat, Pemajuan hukum adat, dan Pemberdayaan masyarakat desa adat (krama desa adat). ​Sementara Dinas Pemajuan Adat Provinsi Bali, yang diklaim sebagai satu-satunya di Indonesia, berperan sebagai wadah formal yang menaungi tradisi, adat, dan kearifan lokal yang menjadi ‘rohnya’ Bali.

​Ida Bagus Ageng Menika, Kabid Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Bali, menambahkan pelestarian kesenian di Bali diajarkan secara terprogram sejak dini. Bahkan, dengan penetapan pakem tari-tarian yang membedakan tarian untuk anak-anak, wanita, dan laki-laki. 

Soal Desa Adat, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Saputra menegaskan ada kekhususan desa adat di Bali. Di Bali memiliki kekhususan dan itu tidak dibentuk negara.

“Hubungan pemerintah dengan desa adat adalah hubungan yang saling melengkapi,” jelasnya. (agung/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 13 Juli 2026 – 19 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 13 Juli 2026 – 19 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…