DEMOKRASI : Anggota DPRD Jateng Nurul Furqob mengisi Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) dengan topik “Eksistensi Perempuan Dalam Ranah Demokrasi” di Aula MT Arroudhoh, Kecamatan Batealit, Jepara.(foto: priskilla tyas)
JEPARA – Semua masyarakat mempunyai hak yang sama untuk ikut terjun dalam berdemokrasi baik perempuan maupun laki-laki. Alasan perempuan bisa ikut andil dalam politik dikarenakan jumlah penduduk perempuan hampir sama dengan laki-laki. Data dari Sensus Penduduk Indonesia 2020 menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa.

“Laki laki sebanyak 136,7 juta atau 50,6 % dan perempuan 133,5 Juta atau 49,4 %. Jumlah itu menggambarkan jumlah laki-laki dan perempuan hanya terpaut sedikit. Maka konteks keterwakilan perempuan sangat mungkin dilakukan karena dirasa perempuan dapat mewakili suara perempuan lainnya.” Jelas Anggota Komisi D DPRD Jateng Nurul Furqon dalam kegiatan sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) dengan topik “Eksistensi Perempuan Dalam Ranah Demokrasi” di Aula MT Arroudhoh, Kecamatan Batealit, Jepara, Kamis (9/2/2023).
“Perlunya pendidikan politik diberikan oleh partai politik (parpol) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) bagi kaum perempuan agar terbentuk pengetahuan tentang seluk beluk politik di kalangan kaum perempuan.
Perlunya diberikan kesempatan yang lebih besar oleh parpol dan ormas bagi keikutsertaan kaum perempuan dalam organisasi parpol dan ormas untuk memberikan pengalaman berorganisasi dan berpolitik bagi kaum perempuan,” jelasnya.
Mendukung Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah oleh narasumber lainnya dalam kegiatan tersebut, Masykuri selaku anggota DPRD Jepara, dan Siti Malichah selaku Ketua Majelis Ar Roudhoh.
Senada dengan Nurul Furqon terkait bekal para perempuan untuk peningkatan serta keterlibatan perempuan di Jawa Tengah terkhusus Jepara dalam proses demokrasi maupun politik.(tyas/priyanto)








