• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Jumat, 6 Maret 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

MEDIA TRADISIONAL: Gunung Merbabu ‘Lahirkan’ Kesenian Rakyat

23/03/2022
in BERITA, SOSIALISASI
MEDIA TRADISIONAL: Gunung Merbabu ‘Lahirkan’ Kesenian Rakyat

MENARI BERSAMA: Anggota DPRD Jateng Sukardiyono sedang menari bersama dalam kesenian Soreng.(foto: bintang alfirdauzy)

MUNGKID – Gunung Merbabu tak hanya memberikan sumber daya alamnya yang dapat dinikmati semua orang. Kesenian pun tumbuh subur di sekitar Gunung Merbabu. Bermacam bentuk kesenian terkelola baik oleh warga yang tinggal di kaki gunung tersebut.

Desa Wonolelo, salah satu contohnya. Kesenian Jatilan, Rampak Buto, Tiji Tibeh, serta Soreng, tumbuh dan berkembang di desa yang masuk wilayah administrasi Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Kenapa kesenian itu tumbuh di lereng Gunung Merbabu? Pertanyaan inilah yang melatarbelakangi diskusi Dialog Parlemen dan Media Tradisional : “Nguri-uri Budaya Lereng Merbabu”, Rabu (23/3/2022). Digelar di kawasan objek wisata Negeri Kahyangan, menghadirkan narasumber anggota DPRD Jateng Sukardiyono dan pemerhati budaya Umar.

Umar menyampaikan, kesenian di lereng Merbabu tumbuh subur karena terbentuk dari kultur masyarakat yang agraris. Seperti di Desa Wonolelo, memiliki lebih dari 40 varian tarian. Masing-masing dusun memiliki satu tarian yang diturunkan secara turun temurun. Hal tersebut dikarenakan seni merupakan bagian dari hidup masyarakat Desa Wonolelo dimana pelaku seni dapat memainkan kesenian tersebut dengan hati.

Umar berharap kedepannya pelaku seni khususnya di Desa Wonolelo ini mendapatkan perhatian khusus dan dibuatkan wadah agar masyarakat dapat terus melestarikan kesenian tradisional yang ada di Desa Wonolelo.

“Di Desa Wonolelo ini terdapat 18 dusun.  Setiap dusun paling tidak memiliki satu tarian tradisional bahkan lebih, kalau ditotal jumlahnya ada 40 tari tradisional. Hal ini itu didukung masyarakat itu sendiri karena masyarakat menganggap bahwa seni itu bagian dari hidup mereka, jadi ketika mereka menampilkan kesenian mereka dapat menampilkannya dengan hati. Oleh karena itu saya berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pelaku seni di Desa Wonolelo ini dengan paling tidak membuatkan sanggar atau wadah agar masyarakat dapat terus melestarikan kesenian tradisional yang ada di Desa Wonolelo” kata pemerhati kesenian dan kebudayaan Kabupaten Magelang itu.

Salah satu pelaku seni, Barjo menambahkan bahwa pelaku seni masih membutuhkan bantuan agar dapat membenahi alat musik serta pakaian yang mereka gunakan untuk tampil karna sudah usang.

“Gamelan kami sudah usang suara yang dikeluarkan juga tidak semerdu kalau masih baru, kostum yang kami gunakan juga sudah lama bahkan sudah hamper 10 tahun, semoga kedepannya dapat diperhatikan agar menambah semangat kami dalam melestarikan kesenian ini” ujar Barjo.

Menanggapinya Anggota Komisi C Sukardiyono menyatakan kedepannya DPRD Provinsi Jateng akan lebih memperhatikan kesenian dan kebudayaan yang ada di Desa Wonolelo ini dengan membentuk Pansus dimana akan menyusun anggaran agar masyarakat dapat terus melestarikan kesenian tradisional yang ada di Desa Wonolelo Kabupaten Magelang.

“Terimakasih atas aspirasi yang disampaikan, kedepannya kami akan lebih memperhatikan pelaku seni di Desa Wonolelo ini dengan membentuk pansus dimana akan menyusunkan anggaran agar masyarakat dapat terus melestarikan kesenian kedepannya” ujar politikus Gerindra itu.

Menutup dialog, Sukardiyono berpesan kepada masyarakat Desa Wonolelo untuk selalu semangat dalam mengembangkan ekonomi, melestarikan kebudayaan, dan menjaga keindahan alam yang ada di Desa Wonolelo

“Untuk masyarakat Desa Wonolelo saya berharap agar untuk tetap semangat dalam segala hal, semangat dalam mengembangkan ekonomi, semangat dalam melestarikan kesenian dan kebudayaan, serta semangat dalam menjaga dan melestarikan alam, karena dengan kita berbuat baik dengan alam maka alam akan membalas hal-hal baik juga kepada kita” tutup Sukardiyono.

Kegiatan Dialog Parlemen itu disambung dengan pentas tari tradisional Jathilan Rampak Buto yang kemudian dilanjutkan Tari Tiji Tibeh dan Tari Soreng. Pada kesempatan itu Sukardiyono juga menyempatkan untuk bergabung menari bersama dengan pelaku seni di tengah-tengah penampilan.(anif/priyanto)

Tags: Jateng Gayengkomisi crampak butosoreng
Previous Post

Quatly: Kapasitas Kaum Perempuan Harus Ditingkatkan

Next Post

Komisi D Soroti Pengendalian Banjir di Selatan Jateng

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

Susun Raperda PDRD, Komisi C Konsultasi ke Kemendagri
BERITA

Susun Raperda PDRD, Komisi C Konsultasi ke Kemendagri

04/03/2026
Perlunya Strategi Pencegahan Konflik Sosial
BERITA

Perlunya Strategi Pencegahan Konflik Sosial

04/03/2026
Komisi B Lirik Samberambe Kelola Desa Wisata Mina Padi
BERITA

Komisi B Lirik Samberambe Kelola Desa Wisata Mina Padi

04/03/2026
Komisi E Diskusi soal DTSEN di Kemensos
BERITA

Komisi E Diskusi soal DTSEN di Kemensos

04/03/2026
Puluhan Jamaah Ikuti Tarawih Keliling di Gedung Berlian
PIMWAN

Puluhan Jamaah Ikuti Tarawih Keliling di Gedung Berlian

02/03/2026
ASPIRASI JATENG:  Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Lebaran
BERITA

ASPIRASI JATENG:  Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Lebaran

25/02/2026
Next Post
Komisi D Soroti Pengendalian Banjir di Selatan Jateng

Komisi D Soroti Pengendalian Banjir di Selatan Jateng

Tingkatkan Pendapatan, Badan Penghubung Perlu Gencarkan Promosi

Tingkatkan Pendapatan, Badan Penghubung Perlu Gencarkan Promosi

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah