ALAT PRODUKSI. Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat melihat peralatan produksi di Kebun Benih TPH Sonobijo Sukoharjo, Rabu (7/10/2020). (foto ariel noviandri)
SUKOHARJO – Kinerja pendapatan Kebun Benih Tanaman Pangan Hortikultura (TPH) Sonobijo Kabupaten Sukoharjo mendapat sorotan dari Komisi C DPRD Provinsi Jateng. Saat berdialog dengan pengelola Kebun Benih, Rabu (7/10/2020), Komisi C menilai kinerja yang dihasilkan pada tahun ini masih perlu digenjot.

Hal itu dapat dilihat dari data Kebun Benih TPH Sonobijo yang menyebutkan bahwa, dari alokasi anggaran pada 2020 sebesar Rp 400,79 juta, tercapai Rp198,22 juta sampai 6 Oktober 2020. Masih rendahnya realisasi PAD itu karena pada tahun ini lahan padi seluas 15,6 hektare terkena puso yakni terserang hama tikus dan wereng batang coklat.
Dengan adanya kondisi puso tersebut, realisasi PAD 2020 masih ditopang dari penjualan sisa stok benih padi pada 2019 lalu. Selain soal realisasi pendapatan, kendala yang dihadapi pengelola Kebun Benih yakni banyaknya peralatan produksi yang rusak sehingga berdampak pada perolehan pendapatan.

Melihat kondisi itu, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Eko Purnomo mengakui banyak alat produksi yang rusak. Ia berharap ada pengajuan peralatan untuk menunjang penjualan benih padi.
“Untuk pencapaian PAD, hal itu bisa dilakukan dengan optimalisasi upaya penjualan benih di wilayah kerja Kebun Benih,” kata Bambang. (ariel/priyanto)
Kebun Benih Sonobijo Sukoharjo








