Dwi Yasmanto. (foto ayuandani dwi purnamasari)
WONOGIRI – Kabupaten Wonogiri terus membuktikan eksistensinya sebagai pilar utama penyangga pangan di Jateng. Hal itu menjadi fokus utama dalam kegiatan monitoring Komisi C DPRD Provinsi Jateng ke Kabupaten Wonogiri, Senin (26/1/2026), guna memastikan kesiapan daerah menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional.
Di Kantor Setda, Komisi C diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonogiri FX Pranata bersama Direktur Keuangan Bank Jateng Ristiani Saptuti. Pada kesempatan itu, Sekretaris Komisi C DPRD Provinsi Jateng Anton Lami Suhadi mengatakan data dari lapangan sangat krusial sebagai bahan pertimbangan gubernur merumuskan kebijakan pangan yang tepat sasaran.
”Kami ingin melihat langsung kondisi di Wonogiri agar mendapatkan masukan konkret untuk kebijakan gubernur ke depan,” ujar Anton.

Menanggapi hal itu, FX. Pranata mengungkapkan bahwa Wonogiri saat ini menempati peringkat ketujuh dalam Indeks ketahanan pangan. Prestasi tersebut didukung sinergi unit bisnis yang mencakup sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga jasa pengolahan pangan.
Meski menunjukkan performa positif, lanjut dia, masih ada 9 titik krusial yang perlu diintervensi untuk memaksimalkan potensi daerah. Beberapa kebutuhan mendesak meliputi modernisasi Alat Mesin Pertanian (Alsintan), ketersediaan bibit unggul, dan stabilitas distribusi pupuk bagi petani.
”Wonogiri bukan hanya penyangga beras tapi juga penyangga daging sapi nasional. Hal itu sejalan dengan target RPJMD kami yang memprioritaskan ketahanan pangan dan pengembangan pariwisata,” tegas FX Pranata.
Guna memastikan akses pangan tetap terjangkau bagi masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Wonogiri secara rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). “Dengan fokus pada surplus produksi lokal, terutama beras dan bahan pangan alternatif, Wonogiri optimis dapat terus menjadi benteng ketahanan pangan yang tangguh bagi Jateng maupun nasional,” tandasnya. (danik/priyanto)









