RAKOR DTSEN: Pemutakhiran Data untuk Pengentasan Kemiskinan secara Tepat Sasaran

WhatsApp Image 2025 11 25 at 13.05.33 (1)

DATA KEMISKINAN. Komisi E DPRD Provinsi Jateng hadir dalam Rakor DTSEN di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran, Jalan Pahlawan Nomor 9 Kota Semarang, Selasa (25/11/2025), yang dipimpin Mensos Gus Ipul. (foto rahmat yasir widayat)

GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng memberikan dorongan kuat kepada Pemprov untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan. Salah satu langkah krusial yang ditekankan adalah sinkronisasi Data Tunggal (DT) Jateng dengan Data Tunggal Sosial & Ekonomi Nasional (DTSEN) demi memastikan program bantuan lebih tepat sasaran.

Dalam upaya pemadanan data itu, Komisi E DPRD Provinsi Jateng menghadiri Rakor Lintas Sektor Pengelolaan DTSEN di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran, Jalan Pahlawan Nomor 9 Kota Semarang, Selasa (25/11/2025). Dalam rakor itu, hadir Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf untuk memimpin rapat tersebut.

Pada kesempatan itu, ia mengakui selama ini banyak lembaga memiliki data sendiri soal kemiskinan. Oleh karena itu, masing-masing pemda pun akhirnya membuat data sendiri. Dari persoalan itu, Kemensos berupaya untuk mengintegrasikan data agar lebih tepat sasaran ke penerima manfaat.

“Semua punya data sendiri-sendiri. Dari ego itu, kami berkoordinasi dengan BPS untuk melakukan pendataan mutakhir. Jadi, semua harus mengacu pada BPS sehingga DTSEN bisa terintegrasi,” tegas Gus Ipul, sapaan mensos.

Sementara, Wagub Jateng Taj Yasin menyampaikan bahwa Pemprov bersama Badan Pusat Statistik (BPS) telah menjalin nota kesepahaman (MoU) mengenai data, yang kemudian ditindaklanjuti Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jateng untuk melakukan pemadanan data agar terintegrasi dengan DTSEN.

Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, menargetkan pada Januari 2026 Jateng berkomitmen menyelesaikan seluruh data yang belum padan dengan DTSEN. “Jika target tercapai, maka pengentasan kemiskinan akan tepat sasaran. Konsekuensinya, ada data yang akan dikeluarkan. Namun, data warga tersebut tidak langsung dilepas, melainkan tetap dilakukan pendampingan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinsos Provinsi Jateng Imam Maskur menyebutkan saat ini tercatat ada sekitar 23 juta warga miskin di Jateng. Dari total angka tersebut, sekitar 22 juta data telah padan dengan DTSEN.

“Kami terus berupaya membangun kolaborasi mempercepat pemutakhiran data. Dalam hal ini, DTSEN sebagai data tunggal adalah kunci untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan,” ujar Imam.

Sebagai informasi, hadir dalam rakor itu adalah Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Messy Widiastuti bersama Wakil Ketua Komisi E DPRD Yudi Indras Wiendarto. Peserta rakor berasal dari pemkab/ pemkot dan OPD dari 35 kabupaten/ kota di Provinsi Jateng. (ar13l/priyanto)

Info Lainnya

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.