• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Selasa, 6 Januari 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

DIALOG PROAKTIF: Museum Islam Nusantara di tengah Keberagaman Lasem

09/03/2022
in BERITA, KOMISI E
DIALOG PROAKTIF: Museum Islam Nusantara di tengah Keberagaman Lasem

BICARA MUSEUM. Abdul Azis membahas Museum Islam Nusantara Lasem dalam ‘Dialog Proaktif DPRD Provinsi Jateng, Selasa (8/3/2022), di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. (foto ayu utaminingtyas)

REMBANG – Melihat bangunan Museum Islam Nusantara Lasem, kita bakal teringat dengan bangunan Rumah Gadang asli Sumatera Barat. Di tiap jendela kayu jatinya, terukir ayat Al Quran yang menjadi daya tarik tersendiri untuk museum yang berada di Lasem Kabupaten Rembang.

Demikian disampaikan Abdul Azis, Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng, dalam ‘Dialog Proaktif DPRD Provinsi Jateng, baru-baru ini. Ia mengatakan bangunan museum itu terdiri dari 3 lantai dan terletak di kompleks Masjid Jami’ Lasem. Didalamnya berisi sejumlah jejak sejarah Islam dalam beragam penemuan peninggalan berupa sejumlah arsip dan benda-benda lainnya.

“Museum itu dibangun untuk mengenang sejarah Lasem dimana ada tiga fase sejarah peradaban islam yaitu pertama fase akhir abad 15 dimana ada peran Walisongo termasuk di dalamnya Sunan Bonang yang masuk ke Lasem untuk menyiarkan agama islam. Kedua, fase abad ke 17 ada sosok Mbah Sambu selaku tokoh penting yang menurunkan genologi nasab keilmuan agama hampir ke seluruh pelosok Jawa. Dan terakhir, fase abad 19 yang memunculkan tokoh-tokoh kharismatik seperti Mbah Maksum, Mbah Baedowi, dan juga Mbah Kholil yang ketiganya berdakwah melalui pesantren,” jelas Abdul Azis.

Secara progres, 70% pengerjaan museum itu merupakan berasal dana aspirasi APBD Provinsi Jateng dan selebihnya dari dana Masjid Jami’ Lasem. Selaku takmir masjid, Abdul Muid berharap, museum tersebut bisa secepatnya selesai pada tahun ini.

“Untuk pengerjaan ukir ayat Al Quran itu sendiri, langsung mendatangkan ahli ukir dari Jepara,” kata Abdul Azis.

Dikatakan Abdul Azis, museum itu tidak berada di lingkungan kaum muslim karena di belakang bangunannya merupakan daerah pecinan. Tercatat, ada 200 lebih bangunan Tionghoa kuno, salah satunya adalah Rumah Merah, yang bisa diakses semua masyarakat. Ia berharap daerah pecinan tersebut bisa masuk dalam kategori bangunan cagar budaya.

”Ciri dan identitas serta toleransinya layak dan patut untuk dilestarikan dan itu merupakan bagian dari peninggalan Lasem,” ujarnya.

Soal Lasem sendiri, lanjut dia, merupakan Kota Pusaka dan juga Kota Toleransi dimana keharmonisan antara Tionghoa, Arab, dan pribumi terjalin sudah ratusan tahun. Berbicara tentang Lasem tidak akan pernah lepas dari yang namanya batik.

Menurut Mujiono selaku pengrajin batik sekaligus pemilik galeri Batik Samudra Artha ciri khas Batik Lasem tersebut adalah batik tulis Tiga Negeri dimana ada 3 warna yaitu merah, biru, dan coklat. Batik tulis Tiga Negeri khas Lasem itu dijual dengan harga yang bervariasi menurut tingkat kesulitan membatiknya yakni kisaran harga Rp. 700.000 sampai jutaan dan bahkan ada yang harganya lebih dari Rp 10 juta.

“Dahulu, membuat Batik Lasem Tiga Negeri itu harus ke Solo untuk mendapatkan warna biru, ke Pekalongan untuk warna coklat, dan warna merah di Lasem sendiri. Namun sekarang, pembuatan Batik Lasem tersebut semuanya diproses disini sehingga tidak harus ke Pekalongan dan Solo lagi,“ kata Mujiono.

Dalam hal ini, Abdul Azis sangat mendukung keberadaan Batik Lasem tersebut dengan cara mempromosikannya. Dengan promosi itu, harapannya Batik Lasem lebih dikenal masyarakat luas agar berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan lainnya, Abdul Azis menyempatkan diri untuk mengajar para santri putri di rumahnya. Santri tersebut merupakan santri mukim di Ponpes Al Hamidiyah Lasem yang merupakan yayasan milik keluarga. Disana, terdapat lembaga pendidikan SDIT, SMPIT, dan SMK dengan total siswa mencapai 1.500-an. (ayuutami/ariel)

Tags: Abdul AzisBatik LasemDPRD Jatengkomisi eMuseum Islam Nusantara
Previous Post

ASPIRASI JATENG : Jamin Stok Minyak Goreng selama Ramadan

Next Post

Bantuan PLTS untuk Ponpes di Pati Mampu Ringankan Biaya Listrik

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

DPRD Jateng Tetapkan 16 Raperda dan Siapkan Kerja 2026
BERITA

DPRD Jateng Tetapkan 16 Raperda dan Siapkan Kerja 2026

30/12/2025
DPRD Jateng Ketok Palu Sahkan Postur APBD 2026 dan 5 Perda
BERITA

DPRD Jateng Ketok Palu Sahkan Postur APBD 2026 dan 5 Perda

30/12/2025
Dorong Sinergi Strategis Media dan Ormas Bangun Wonosobo
BERITA

Dorong Sinergi Strategis Media dan Ormas Bangun Wonosobo

22/12/2025
Gubernur dan DPRD Se-Jateng Perkuat Kolaborasi Demi Jawa Tengah Maju
BERITA

Gubernur dan DPRD Se-Jateng Perkuat Kolaborasi Demi Jawa Tengah Maju

22/12/2025
Pekerja Informal Perlu Dapatkan Perlindungan Kerja
BERITA

Pekerja Informal Perlu Dapatkan Perlindungan Kerja

17/12/2025
Perlunya Drainase dalam Proyek Jalan Wiradesa-Kajen
BERITA

Perlunya Drainase dalam Proyek Jalan Wiradesa-Kajen

16/12/2025
Next Post
Bantuan PLTS untuk Ponpes di Pati Mampu Ringankan Biaya Listrik

Bantuan PLTS untuk Ponpes di Pati Mampu Ringankan Biaya Listrik

DIALOG 4 PILAR: Kaum Muda Perlu Pahami Nilai-nilai Pancasila

DIALOG 4 PILAR: Kaum Muda Perlu Pahami Nilai-nilai Pancasila

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah