• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Minggu, 4 Januari 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

DIALOG PARLEMEN : Pemetaan Potensi untuk Pengembangan Desa

19/11/2024
in BERITA, KOMISI C, SOSIALISASI
DIALOG PARLEMEN : Pemetaan Potensi untuk Pengembangan Desa

DIALOG PARLEMEN : Anggota Komisi C Moh Budiyono menjadi narasumber Dialog Parlemen disiarkan Radio CBS.(foto: cahya ayu)

MAGELANG – Pemetaan potensi desa khususnya mengenai pengembangan perekonomian sudah sepatutnya mulai dilakukan. Dengan pemetaan tersebut, pemerintah bisa mengetahui desa mana yang perlu didorong maupun dibantu.

Hal tersebut diungkapkan Moh Budiyono selaku anggota Komisi C DPRD Jateng saat menjadi narasumber dalam Dialog Parlemen “Membedah Pengembangan Ekonomi Desa” yang disiarkan Radio CBS Magelang, Selasa (19/11/2024).

Memiliki 8.563 desa, kata dia, tidak semua memiliki keunggulan alam maupun manusia. Oleh karena itu perlu ada berbagai macam kebijakan yang diambil , serta tidak memandang semua persoalan desa adalah sama.

“PR kita itu adalah bagaimana desa bisa dikembangkan. Bagi yang memiliki kekayaan alam ditambah SDM yang baik tinggal didorong sudah jadi. Seperti pembentukan Bumdes, semestinya keberadaan unit usaha itu bisa memberdayakan dan memajukan masyarakat, ternyata tidak semuanya. Ini perlu kita pikirkan lagi,” ucapnya.

Belum lagi pada RPJMD, Jateng tetap dijadikan lumbung pangan nasional. Masalah tersebut jadi tantangan bersama di saat kesejahteraan petani mulai dipertanyakan. Masalah beras, sawah, tidak bisa dipikirkan secara sendiri-sendiri.  

Sudaryanto dari tokoh masyarakat Magelang mengakui pengembangan desa butuh kemauan keras. Dijelaskannya banyak potensi yang butuh sentuhan dan dukungan untuk pengembangan potensi desa di Magelang. Bahkan butuh pemasaran, bimbingan, sentuhan sehingga dapat meningkatkan perekonomian di pedesaan.

“Saat ini adalah saat kembalinya ibu kota ke ibunya. Artinya pusat perekonomian kembali ke desa”

Sektor di Magelang yang memiliki potensi besar dapat mendongkrak perekonomian desa,  potensi pariwisata dan pertanian.  Magelang adalah daerah yang subur untuk pengembangan pertanian baik organik dan nonorganik. Penghasil beras organik terbesar di Indonesia adalah Magelang

“Masalah harga pokok sehingga petani tidak bisa ekonominya tumbuh. Sehingga kehadiran pemerintah harus memberi subsidi hasil panen sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Lebih menarik lagi kalau kalangan milenial mau bercocok tanam,” lanjut dia.

Pengelola Gabungan Petani Organik (Gupon) Sekarlangit Miftahul Fuad menjelaskan, di Kecamatan Gerabak merupakan penghasil beras organic. Namun sayang pengembangan maupun tindak lanjut ke depan tidak ada.

“Sekarang ini petani dilema. Mau mempertahankan sawahnya, luasannya tidak seberapa, hasil tidak cukup. Panen dibeli dengan harga murah. Kalau panen mau dijual kepada siapa? Maka 4 rukun tani yakni sawah, air, petani, saprodi (sarana produiksi) sudah harus ada,” jelasnya.

Seperti dalam mengelola Gupon Sekarlangit, petanian bisa berkualitas, kuantitas, kontinuitas, konsistensi harus tertulis berupa SOP yang harus dijalankan. Jika tidak bisa berjalan.

Bagi Budiyono yang dilakukan sekarang ini adalah petani butuh kreatif, jika hanya mengandalkan tradisional susah. Pemerintah mendorong ke desa dengan pengembangan SDM sehingga apa yang dilakukan menjadi professional. Membutuhkan pemetaan yang betul di Jawa Tengah sehingga Jawa Tengah bisa menjadi lumbung pangan.(cahya/priyanto)

Tags: BudiyonoDPRD JatengHumas Setwan JatengJateng Gayeng
Previous Post

DPRD Jateng Hadiri Serah Terima Bankeu Parpol 2024

Next Post

DIALOG PARLEMEN : Jangan Setengah-Setengah Bantu UMKM

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

DPRD Jateng Tetapkan 16 Raperda dan Siapkan Kerja 2026
BERITA

DPRD Jateng Tetapkan 16 Raperda dan Siapkan Kerja 2026

30/12/2025
DPRD Jateng Ketok Palu Sahkan Postur APBD 2026 dan 5 Perda
BERITA

DPRD Jateng Ketok Palu Sahkan Postur APBD 2026 dan 5 Perda

30/12/2025
Dorong Sinergi Strategis Media dan Ormas Bangun Wonosobo
BERITA

Dorong Sinergi Strategis Media dan Ormas Bangun Wonosobo

22/12/2025
Gubernur dan DPRD Se-Jateng Perkuat Kolaborasi Demi Jawa Tengah Maju
BERITA

Gubernur dan DPRD Se-Jateng Perkuat Kolaborasi Demi Jawa Tengah Maju

22/12/2025
Pekerja Informal Perlu Dapatkan Perlindungan Kerja
BERITA

Pekerja Informal Perlu Dapatkan Perlindungan Kerja

17/12/2025
Perlunya Drainase dalam Proyek Jalan Wiradesa-Kajen
BERITA

Perlunya Drainase dalam Proyek Jalan Wiradesa-Kajen

16/12/2025
Next Post
DIALOG PARLEMEN : Jangan Setengah-Setengah Bantu UMKM

DIALOG PARLEMEN : Jangan Setengah-Setengah Bantu UMKM

Sipelawan Dinilai Mampu Jawab Keterbukaan Informasi Publik

Sipelawan Dinilai Mampu Jawab Keterbukaan Informasi Publik

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah