• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Sabtu, 7 Maret 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

Batasi Impor Guna Jaga Kedaulatan Pangan

18/11/2021
in BERITA, KOMISI B
Batasi Impor Guna Jaga Kedaulatan Pangan

DIALOG TELEVISI : Ketua Komisi B Sumanto bersama narasumber lain turut menjadi narasumber dalam dialog televisi.(foto: priyanto)

UNGARAN – Pemerintah sudah saatnya membatasi kran impor guna mewujudkan kedaulatan pangan. Tidak dipungkiri membanjirnya aneka ragam produk pertanian masih membuktikan bahwa Indonesia belum bisa berdaulat pangan.

Hal ini dikemukakan Ketua Komisi B DPRD Jateng Sumanto saat menjadi narasumber dalam Dialog Aspirasi “Mewujudkan Kedaulatan Pangan dalam Semangat Kebangsaan” yang disiarkan di The Wujil, Bawen, Kabupaten Semarang, Kamis (18/11/2021).

Sumanto menjelaskan, pembatasan itu dimaksudkan supaya hasil pertanian lokal bisa turut  terjaga, petani bisa sejahtera, warga pun turut merasakan hasil pertanian dalam negeri.

“Masalah impor sudah menjadi kebijakan pusat. Menurut saya, dibatasi saja jumlah impornya. Bagaimanapun kita harus berdaulat secara pangan, kita memakan hasil dari pertanian lokal,” ucapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Agus Wuriyanto menjelaskan berbicara kedaulatan pangan untuk sekarang ini tidak bisa dilihat pada satu sektor saja. Populasi penduduk dan ketersediaan lahan turut menjadi penunjang masalah kedaulatan pangan dalam negeri. Kawasan pertanian berkelanjutan, lanjutnya perlu dilakukan, supaya lahan pertanian tetap terjaga.

“Daerah yang menjadi lumbung pangan seperti Sukoharjo, Klaten, Sragen, Purworejo harus dijaga. Pertanian seperti sawah harus dijaga. Alih fungsi lahannya harus ketat,” ucapnya.   

Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Edi Darmanto mengungkapkan diversifikasi pangan sudah harus mulai digalakkan.  Pemerintah sedang mendorong daerah untuk mengembangkan potensi sumber pangan lokal, dan mengajak masyarakat agar mengubah pola pikir, bahwa beras/nasi bukan satu-satunya sumber karbohidrat. Masih banyak sumber pangan lokal seperti umbian, sukun, jagung, sagu dan lainnya yang nilai gizinya setara dengan beras.

“Berdasarkan data pola konsumsi menunjukkan bahwa beras atau nasi masih mendominasi porsi menu konsumsi masyarakat hingga 60%, idealnya maksimal 50% agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, aktif, dan produktif,” kata dia.(cahya/priyanto)

Previous Post

Sukirman: Ormas Keagamaan Berperan Mendidik Masyarakat

Next Post

Waspada Bencana, Masyarakat Perlu Pahami soal Mitigasi

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

Susun Raperda PDRD, Komisi C Konsultasi ke Kemendagri
BERITA

Susun Raperda PDRD, Komisi C Konsultasi ke Kemendagri

04/03/2026
Perlunya Strategi Pencegahan Konflik Sosial
BERITA

Perlunya Strategi Pencegahan Konflik Sosial

04/03/2026
Komisi B Lirik Samberambe Kelola Desa Wisata Mina Padi
BERITA

Komisi B Lirik Samberambe Kelola Desa Wisata Mina Padi

04/03/2026
Komisi E Diskusi soal DTSEN di Kemensos
BERITA

Komisi E Diskusi soal DTSEN di Kemensos

04/03/2026
Puluhan Jamaah Ikuti Tarawih Keliling di Gedung Berlian
PIMWAN

Puluhan Jamaah Ikuti Tarawih Keliling di Gedung Berlian

02/03/2026
ASPIRASI JATENG:  Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Lebaran
BERITA

ASPIRASI JATENG:  Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Lebaran

25/02/2026
Next Post
Waspada Bencana, Masyarakat Perlu Pahami soal Mitigasi

Waspada Bencana, Masyarakat Perlu Pahami soal Mitigasi

Harga Turun, Setwan Borong Bawang Petani

Harga Turun, Setwan Borong Bawang Petani

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah