DIALOG TELEVISI : Ketua Komisi E Abdul Hamid menjadi narasumber dalam dialog televisi Aspirasi Jateng di Studi TATV Surakarta.(foto: nora kusumaningsih)
SURAKARTA – Kontingen Jateng untuk PON 2024 di Aceh-Sumut dituntut mampu masuk posisi empat besar. Perebutan posisi dengan Provinsi Jatim, Jabar, dan DKI Jakarta menjadi kebanggaan tersendiri untuk Jateng. Ketua Komisi E Abdul Hamid optimistis Jateng bisa masuk empat besar. Bahkan bila mampu menggeser posisi salah satu dari ketiga provinsi tersebut akan menjadi sebuah lompatan besar bagi pembinaan keolahragaan di Jateng.

“Tidak dipungkiri tiga teratas kerap diisi kontingen dari Jabar, Jatim, atau DKI Jakarta. Kalau kita bisa menggeser mereka, menjadi prestasi besar bagi kita. Pun masuk posisi empat besar pun, Alhamdulillah. Karena itu untuk bisa masuk tiga besar bisa kalau konsistensi dalam pembinaan dan anggaran bisa tercapai. Rasional 3 besar pada 8 tahun ke depan,” tandasnya saat menjadi narasumber dalam dialog televisi Aspirasi Jateng di Studio TATV di Surakarta.

Ketua Umum KONI Jawa Tengah Bona Ventura Sulistyana menambahkan, posisi akhir Jawa Tengah dalam PON 2021 memang di luar prediksi. Namun demikian, peluang Jawa Tengah untuk kembali ke peringkat empat cukup terbuka lebar. Pasalnya, sejumlah cabang olahraga (cabor) andalan kembali dipertandingkan.
“Kemarin di Papua kita terpeleset di peringkat 6 karena ada 10 cabor yang tidak dipertandingkan di Papua, dan itu sebagian besar andalan Jawa Tengah,” kata Bona.
Namun demikian, Bona menekankan bahwa optimisme meraih 4 besar bukan tanpa perhitungan. Pihaknya melihat pada babak kualifikasi PON 2024 kemarin Jawa Tengah berhasil masuk posisi 4 besar. Sehingga, ia berharap, 758 atlet dari 60 cabor yang akan berangkat ke Aceh-Sumut dapat meraih hasil maksimal.
“Kita juga nantinya akan berikan reward untuk memotivasi atlet. Kita mengusulkan agar peraih medali emas Rp 250 juta, perak Rp 125 juta, dan perunggu Rp 62 juta,” usul Bona.
Kontingen Provinsi Jawa Tengah membidik posisi 4 besar dengan meraih 50 medali emas saat Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh dan Sumatera Utara 2024 mendatang.
Diuraikan Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko, target 50 medali emas itu jauh lebih tinggi berbanding raihan pada PON Papua 2021 lalu. Saat itu, Kontingen Jawa Tengah hanya mampu meraih 27 medali emas. Artinya, target medali emas kali ini hampir dua kali lipat lebih besar daripada PON terakhir.
“Target Jawa Tengah optimis 50 medali emas, tapi saya yakin bisa dapat lebih dari itu, meski di Papua hanya 27, sekarang kita berani target 50 emas,” kata dia.
KONI Jawa Tengah telah memperhitungkan dan memetakan kekuatan kontingen Jawa Tengah. Pemetaan itu berupa pembagian kelas-kelas cabor berdasarkan potensi dan peluang meraih medali. Yaitu, unggulan 1, unggulan 2, unggulan 3A, dan unggulan 3B.
“Unggulan satu kita target minimal tiga medali emas. Unggulan dua kita target minimal dua emas. Dan unggulan tiga dengan target satu emas,” tuturnya.
Ia memperinci, terdapat 7 cabor yang berada di kelas unggulan satu. Antara lain taekwondo, panjat tebing, wushu, menembak, panahan, pencak silat, dan atletik. Lalu, ada 8 cabor yang berada di kelas unggulan 2. Dan 29 cabor di kelas unggulan 3. Sehingga, berdasarkan pembagian kelas-kelas itu, Kontingen Jawa Tengah bahkan berpotensi meraih lebih dari 50 emas.
“Jadi semua terukur, Insyaallah kalau tidak ada halangan beberapa cabor ada yang lebih dari 3 medali emas,” sambung Soedjatmiko.(hini/priyanto)








