DIALOG TELEVISI : Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro menjadi narasumber dalam dialog “Aspirasi Jawa Tengah Empat Pilar Kebangsaan” bersama Kepala Bapenda Jateng Nadi Santoso dan juga akademisi UNS, Mulyanto.(foto: evie rahmawati)
SURAKARTA – Pembangunan daerah tidak lepas dari pajak. Semakin masyarakat taat membayar pajak, maka pembangunan akan semakin terealisasi. Itulah yang dibahas dalam talkshow “Aspirasi Jawa Tengah Empat Pilar Kebangsaan” bersama Wakil ketua Komisi C Sriyanto Saputro beserta Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso dan juga akademisi UNS, Mulyanto, Senin (20/5/2024).

“Pembangunan Jawa Tengah itu membutuhkan dana yang sangat besar. Diperlukan keterlibatan masyarakat dalam hal membayar pajak, semakin lancar membayar pajak, tentunya akan semakin besar yang kembali pada masyarakat,” demikan disampaikan Sriyanto.
Dia juga menerangkan, pajak kendaraan bermotor merupakan tulang punggung PAD. Menurutnya, DPRD juga melakukan fungsi pengawasan dalam implementasi penggunaan pajak., pajak belum sempurna karena tunggakan masih tinggi.
Nadi pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan diskon pajak mulai 20 Mei – 19 Desember 2024. Dalam hal ini, Pemprov akan membebaskan bea balik nama, menghapus pajak progresif dan memberikan diskon pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Kebijakan pengampunan pajak, lanjut dia, berlaku untuk tunggakan tahun pertama hingga kelima untuk berbagai kendaraan. Besaran keringanan pokok pajak dan sanksi administrasi bervariasi antara 10-50 persen, tergantung lamanya tunggakan.
“Masyarakat yang taat pajak juga akan diberikan keringanan berupa diskon. Kendaraan roda dua dan tiga diskon 2,5%, roda empat diskon 5%,” ujar Nadi saat diskusi.
Sedangkan Mulyanto sebagai pakar ekonomi menjelaskan, masyarakat mebutuhkan sosialisasi yang berkelanjutan supaya taat membayar pajak.
Di ujung diskusi, Sriyanto mengatakan bahwa melalui sinergisitas antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, diharapkan program diskon pajak dapat dimanfaatkan dengan baik. Adapun target penerimaan pajak kendaraan bermotor 2024 mencapai Rp 6,5 triliun, BBN kendaraan bermotor Rp 3,2 triliun.(evi/priyanto)








