DIALOG TELEVISI : Wakil Ketua DPRD Quatly Abdulkadir Alkatiri bersama sejumlah narasumber mengisi dialog di TATV Surakarta.(foto: tri nugrahini)
SURAKARTA – DPRD Jateng mengingatkan kepada Dinas Perhubungan maupun instansi terkait supaya memperhatikan factor keamanan dan kelancaran lalu lintas saat mudik Lebaran ini. Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Quatly Abdulkadir Alkatiri saat mengisi acara Dialog Aspirasi Jateng di Stasiun TATV Surakarta, Selasa (11/4/2023).

Dia mengungkapkan, Dishub maupun kepolisian sudah memiliki peta rawan kemacetan maupun kecelakaan di Jateng. Karena itulah lokasi-lokasi yang menjadi kerawanan berlalulintas hendaknya tetap mendapatkan perhatian serius.
“Mengatasi tingkat kemacetan dengan cara memperhatikan pasar tumpah (42 titik), tempat pariwisata, exit toll, stasiun diharuskan menjadi titik fokus agar macet terkendali dan mudik menjadi nyaman,” ungkapnya.

Kabid Angkutan Jalan Dishub Jateng Heribertus Slamet Widodo menyatakan, untuk arus mudik 18-21 April 2023, arus balik pertama 24-26 April 2023 dan 29-2 Mei 2023. Pihaknya telah berkoordinasi dengan semua stakeholder mengenai persiapan mudik maupun balik pada Lebaran ini. Dalam koordinasi itu didapatkan akan dibangun 247 posko baik milik TNI maupun Polri. Dishub ada 244 pos yang tersebar disemua lokasi Jateng.
“Kami berupaya menjadi mudik yang nyaman, aman, dan menyenangkan. SKB sudah keluar dari Korlantas, Dirjen Bina Marga untuk one way supaya lancar terkendali. Sementara mengenai penerapan ganjil genap sangat mungkin berlaku supaya tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.
Mengenai antisipasi kemacetan dengan cara di setiap rest area yang berjumlah 22 lokasi itu disetiap pintu masuk dan keluar dijaga oleh TNI Polri. Bahkan pihak Pertamina telah menyediakan untuk tempat pengisian bensin juga.

Rektor Univ Slamet Riyadi Surakarta Prof Dr Drs Slamet Utoyo memastikan pada mudik tahun ini akan ada peningkatan jumlah disbanding tahun sebelumnya. Ini tidak lepas dari melandainya kasus Covid-19 di Tanah Air. Ia pun berpesan informasi tentang penanganan antisipasi mudik perlu disampaikan secara jelas, supaya tidak menimbulkan persoalan
“Tidak dipungkiri peraturan one way, ganjil genap ini agak sulit untuk terealisasikan. Diperlukan ekstra ketat dari aparatur pemerintah,” kata dia.(anif/priyanto)








