SOAL PENGANGGURAN. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengah Pemkab Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (29/7/2025), membahas persoalan pengangguran. (foto ashar alhadi)
BATANG – DPRD Provinsi Jateng kini menyoroti persoalan pengangguran yang ada di daerah. Seperti saat Komisi C DPRD menyambangi Pemkab Batang, Selasa (29/7/2025).
Disana, Komisi C berdiskusi dengan Asisten II Perekonomian Pembangunan Setda Kabupaten Batang Asri Hermawan membahas persoalan pengangguran. Dalam diskusi itu, Asri mengungkapkan bahwa ada sekitar 28.000 pengangguran di Batang.
Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir kondisi tersebut yakni melakukan kerjasama dengan sejumlah industri. Ia mengakui upaya itu perlu dibarengi dengan pelatihan kerja dan ketrampilan agar mampu bersaing di dunia industri.

Soal BUMD, lanjut dia, berperan dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Selain itu, penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) dan penyaluran kredit bagi pelaku sektor UMKM.
“Di KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang) sudah masuk sejumlah industri. Tercatat, ada 10 tenant dari Tiongkok, 2 tenant dari Amerika, 1 tenant dari Belanda, dan beberapa negara lain dengan total nilai investasi sampai Juli ini sekitar Rp 19,1 triliun. Dari investasi itu, tenaga kerja yang terserap sebanyak 7.100 di KITB,” papar Asri.
Mendengarnya, Sekretaris Komisi C DPRD Provinsi Jateng Anton Lami Suhadi mengakui saat ini banyak industri yang berkembang di Batang. Dengan kondisi itu, pihaknya berharap keberadaan sejumlah industri mampu menekan angka pengangguran.
“Pemerintah kabupaten juga perlu memberikan insentif pajak bagi investor yang akan masuk ke Batang. Dengan begitu, industri akan semakin banyak dan semakin banyak pula lapangan kerjanya,” kata Anton. (ashar/ariel)









