• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Rabu, 4 Maret 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

Jakarta Mampu Beri Fasilitas dan Bina Atlet mulai Usia Dibawah 15 Tahun

06/12/2024
in BERITA, KOMISI E
Jakarta Mampu Beri Fasilitas dan Bina Atlet mulai Usia Dibawah 15 Tahun

KAJI RAPERDA : Jajaran Komisi E bertandang ke Dinas Pemuda dan Olahraga DKJ guna kajian Raperda Penyelenggaraan Olahraga.(foto: teguh prasetyo)

JAKARTA – Sudah sepantasnya pola pembinaan atlet di Jakarta menjadi rujukan daerah. Termasuk pula regulasi yang dibuat guna peningkatan pembinaan maupun kesejahteraan atlet patut dijadikan tolok ukur daerah.

Komisi E DPRD Jateng yang tengah menyusun materi Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan mencari bahan untuk benchmarking (pembanding) supaya isi lebih komprehensif. Pada Jumat (6/12/2024), Komisi E berkunjung ke Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga DKJ. Dijelaskan Sekretaris Komisi E M Zaenudin, daerah tidak salah memilih Daerah Khusus Jakarta (DKJ) menjadi tempat rujukan dalam pola pengembangan atlet.

“Di segala hal mulai dari Popnas sampai PON, atlet Jakarta selalu menduduki rangking pertama atau teratas. Tentu kami ke Jakarta ini untuk mencari masukan dan informasi mengenai pola pengembangan atlet. Maupun bagaimana meningkatkan keolahragaan Jateng,” ucap dia.         

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga DKJ Wisnu Dewanto memberikan penjelasan, sebenarnya pola pengembangan keolahragaan secara keseluruhan itu sama. Hanya saja untuk pemberian sarana dan prasarana mendapat prioritas supaya atlet merasa nyaman dalam berkarier.

“Ada pengembangan olahraga prestasi, termasuk untuk atlet penyandangan disabilitas yang terhimpun dalam NPCI. Semua sama untuk kesetaraan,” ujarnya.  

Menyinggung masalah pembinaan serta pembibitan atlet, Pemerintah DKJ memiliki program berjenjang. Dimulai dari pencarian bibit melalui seleksi POPB atau Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan. Pola ini menyasar pelajar untuk usia dibawah 15 tahun. Ada pula melalui POPP atau Pembinaan Olahraga Prestasi Pelajar.

“Untuk perekurtan dilakukan secara ketat. Ada 7 cabang olahraga dengan atlet lebih dr seribu orang. Fasilitas dari pemda yaitu uang pembinaan bulanan, transportasi Kesehatan, klink pusat kebugaran sport sience, dan pendidikan. asrama putri dan putra dan fasilitas standar internasional,” jelas dia.

Menyinggung soal perda keolahragaan, Wisnu menambahkan pihaknya masih menggunakan aturan alam yakni Perda No 1/2016. Untuk pembaruan, pihaknya menunggu hasil desain besar olahraga nasional (DBON). Pihak Kemenpora akan mengeluarkan turunan untuk bisa jadi bahan di tiap provinsi.  

Selanjutnya anggota Komisi E Kartina Sukawati melontarkan pertanyaan mengenai cara mengirimkan atlet ke Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) di Ragunan, Jakarta. Supaya atlet bisa dibina di tempat itu apakah daerah bisa mengirimkan langsung atau ada kuota jumlah penerimaan atlet.

Anggota Komisi E Abdul Hamid turut mempertanyakan perihal pembibitan atlet. Sekarang ini dilema daerah, untuk atlet pelajar setelah meneruskan ke perguruan tinggi biasanya pindah provinsi. Tentunya menjadi kesulitan daerah dalam mempersiapkan atlet bertanding di PON.   

“Bagaimana di Jakarta? Pola pembinaan dan pembibitan atlet,” tanya dia.

Wisnu menjelaskan, pihaknya berjenjang tidak terputus di tengah jalan. Mengenai PPOP Ragunan, ada kuota khusus untuk lolos seleksi. Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan DKJ untuk bebas memilih sekolah melalui jalur prestasi. Kemudian dari POPB ke POPP terbatas dalam menempuh tiga tahun pendidikan. “Kami menjalin hubungan dengan beberapa perguruan tinggi walapun tidak semua diterima. Jalur khusus prestasi masuk universitas dan juga beasiswa berprestasi. Pemerintah DKJ sudah melakukan MoU dengan perusahaan swasta untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Tentunya untuk atlet peraih mendali emas menjadi strategi untuk mengikat,” kata dia.(azhar/priyanto)

Tags: DPRD Jatengkomisi eM ZainudinMessy Widiastuti
Previous Post

Bapemperda Ingin Penyelarasan Raperda Trantibum Linmas

Next Post

Inisiasi Raperda Pegelolaan SDA, Komisi D Belanja Masalah di Kementerian PUPR

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

Samberambe Dinilai Mampu Kelola Jadi Desa Wisata Mina Padi
BERITA

Samberambe Dinilai Mampu Kelola Jadi Desa Wisata Mina Padi

04/03/2026
Puluhan Jamaah Ikuti Tarawih Keliling di DPRD Jateng
PIMWAN

Puluhan Jamaah Ikuti Tarawih Keliling di DPRD Jateng

02/03/2026
ASPIRASI JATENG:  Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Lebaran
BERITA

ASPIRASI JATENG:  Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Lebaran

25/02/2026
Komisi E Monitoring Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Sragen
BERITA

Komisi E Monitoring Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Sragen

25/02/2026
Inovasi untuk Optimalisasi Pelayanan Publik
BERITA

Inovasi untuk Optimalisasi Pelayanan Publik

25/02/2026
BPR BKK Didorong Perkuat Ketahanan Pangan di Jateng
BERITA

BPR BKK Didorong Perkuat Ketahanan Pangan di Jateng

24/02/2026
Next Post
Inisiasi Raperda Pegelolaan SDA, Komisi D Belanja Masalah di Kementerian PUPR

Inisiasi Raperda Pegelolaan SDA, Komisi D Belanja Masalah di Kementerian PUPR

Komisi B Dukung Program Pertanian Berkelanjutan dan Hilirisasi Menuju Swasembada Pangan

Komisi B Dukung Program Pertanian Berkelanjutan dan Hilirisasi Menuju Swasembada Pangan

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah