KUNJUNGAN KERJA : Bapemperda DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke Kab. Sragen terkait masukan RPJPD 2025-2045.(foto: ervan ramayudha)
SRAGEN – Dalam rangka menindaklanjuti Raperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Tengah 2025 – 2045. Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Bappeda Kab. Sragen.

Kunjungan tersebut dipimpin Muhammad Yunus selaku Anggota Bapemperda, dihadiri seluruh anggota Bapemperda, Bappeda, Biro Bangda. Jumat (28/6/2024). Rombongan diterima Aris Tri Hartanto selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kabupaten Sragen beserta jajarannya.
Muhammad Yunus menyampaikan saat ini DPRD Jawa Tengah sedang melakukan pembahasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJPD Jawa Tengah Tahun 2025 – 2045.
“Untuk melengkapi catatan dan rekomendasi, maka terdapat sejumlah hal yang perlu kami tanyakan seperti visi Daerah Jawa Tengah Tahun 2025-2045: “Jawa Tengah Sebagai Penumpu Pangan Dan Industri Nasional Yang Maju, Sejahtera, Berbudaya, Dan Berkelanjutan.” RPJPD 2025-2045 akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Tengah? Mohon masukannya di Kabupaten Sragen?
Bagaimana peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi dan kabupaten Sragen dalam memastikan keselarasan dan sinkronisasi RPJPD 2025-2045?

Menjawab hal tersebut Aris Tri Hartanto mengatakan, UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional: Ps. 5 (1). RPJP Daerah memuat visi, misi, dan arah pembangunan Daerah yang mengacu pada RPJP Nasional.
“RPJPD merupakan penjabaran dari visi, misi, arah kebijakan, dan sasaran pokok pembangunan daerah jangka Panjang untuk 20 tahun yang disusun berpedoman pada RPJPN dan Rencana Tata Ruang Wilayah. Sebagai masukan pentingnya peningkatan kualitas hidup masyarakat, perwujudan pembangunan kebudayaan dan literasi masyarakat. Memperkuat daya saing perekonomian berbasis potensi lokal, industri pengolahan, pertanian, perdagangan dan pariwisata. Memperkuat aksesibilitas menuju daerah pertumbuhan ekonomi, Meningkatnya kapasitas keuangan daerah, Meningkatnya reformasi birokrasi,” jelasnya.
Aris Tri Hartanto menambahkan, kami saat ini sedang fokus untuk mewujudkan ke arah pembangunan, kesehatan untuk semua. Pendidikan berkualitas dan inklusif, Peningkatan nilai nilai budaya dan pemajuan kebudayaan, mewujudkan Industri pengolahan dgn pemanfaatan bahan Lokal. Selanjutnya peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan serta mendorong hilirisasi sektor pertanian. Peningkatan sektor pariwisata, mendorong pengembangan ekonomi kreatif, dan Meningkatkan peran koperasi, kata dia.(ervan/priyanto)








