Sragen Ingin Penguatan Ekonomi Lokal & Reformasi Birokrasi Masuk RPJPD

WhatsApp Image 2024 06 29 at 18.04.15

KUNJUNGAN KERJA : Bapemperda DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke Kab. Sragen terkait masukan RPJPD 2025-2045.(foto: ervan ramayudha)

SRAGEN – Dalam rangka menindaklanjuti Raperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Tengah 2025 – 2045. Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Bappeda Kab. Sragen.

Kunjungan tersebut dipimpin Muhammad Yunus selaku Anggota Bapemperda, dihadiri seluruh anggota Bapemperda, Bappeda, Biro Bangda. Jumat (28/6/2024). Rombongan diterima Aris Tri Hartanto selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah  (Bappeda) dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kabupaten Sragen beserta jajarannya.

Muhammad Yunus menyampaikan saat ini DPRD Jawa Tengah sedang melakukan pembahasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJPD Jawa Tengah Tahun 2025 – 2045.

“Untuk melengkapi catatan dan rekomendasi, maka terdapat sejumlah hal yang perlu kami tanyakan seperti visi Daerah Jawa Tengah Tahun 2025-2045: “Jawa Tengah Sebagai Penumpu Pangan Dan Industri Nasional Yang Maju, Sejahtera, Berbudaya, Dan Berkelanjutan.” RPJPD 2025-2045 akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Tengah? Mohon masukannya di Kabupaten Sragen?

Bagaimana peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi dan kabupaten Sragen dalam memastikan keselarasan dan sinkronisasi RPJPD 2025-2045?

Menjawab hal tersebut Aris Tri Hartanto mengatakan, UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional: Ps. 5 (1). RPJP Daerah memuat visi, misi, dan arah pembangunan Daerah yang mengacu pada RPJP Nasional.

“RPJPD merupakan penjabaran dari visi, misi, arah kebijakan, dan sasaran pokok pembangunan daerah jangka Panjang untuk 20 tahun yang disusun berpedoman pada RPJPN dan Rencana Tata Ruang Wilayah. Sebagai masukan pentingnya peningkatan kualitas hidup masyarakat, perwujudan  pembangunan kebudayaan dan  literasi  masyarakat. Memperkuat daya saing perekonomian berbasis potensi lokal, industri pengolahan, pertanian,  perdagangan dan pariwisata. Memperkuat aksesibilitas menuju daerah pertumbuhan ekonomi, Meningkatnya kapasitas keuangan daerah, Meningkatnya reformasi birokrasi,” jelasnya.

Aris Tri Hartanto menambahkan, kami saat ini sedang fokus untuk mewujudkan ke arah pembangunan, kesehatan untuk semua. Pendidikan berkualitas dan inklusif, Peningkatan nilai nilai budaya  dan pemajuan kebudayaan, mewujudkan Industri pengolahan dgn pemanfaatan bahan Lokal. Selanjutnya peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan serta mendorong hilirisasi sektor pertanian. Peningkatan sektor pariwisata, mendorong pengembangan ekonomi kreatif, dan Meningkatkan peran koperasi, kata dia.(ervan/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah PERIODE DATA 20 Juli 2026 – 26 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Perlu, Penguatan Pengawasan Pesantren Ramah Perempuan & Anak

    JAKARTA – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pesantren menjadi alasan Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendatangi Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (23/7/2026). Langkah itu ditempuh untuk memastikan kebijakan perlindungan santri tidak berhenti pada regulasi tapi benar-benar berjalan efektif di setiap pesantren.