ANTISIPASI BENCANA. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan BPBD Kabupaten Semarang membahas kesiapan antisipasi bencana pada Senin (26/9/2022) lalu. (foto dyana bebeb)
UNGARAN – Persoalan bencana masih menjadi perhatian Komisi E DPRD Provinsi Jateng. Untuk itu, Komisi E menyoroti kesiagaan bencana di beberapa daerah, salah satunya Kabupaten Semarang.
Saat bertemu dan berdiskusi dengan Plt. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang Mohamad Maskuri bersama jajarannya, Senin (26/9/2022), Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Muh. Zen mengatakan pihaknya ingin memantau data dan masukan terkait identifikasi potensi jenis bencana. Selain itu, Komisi E juga ingin mengetahui daerah rawan bencana dan kesiapan penanganan darurat ancaman bencana banjir dan tanah longsor.

‘’Apa saja persiapan dan upaya yang akan dilakukan BPBD untuk menangani musim penghujan dan bencana-bencana lain yang akan datang. Karena, kini sudah memasuki bulan-bulan terakhir,‘’ tanya Zen kepada pihak BPBD.
Menanggapinya, Mohamad Maskuri mengatakan mengawali pada 2022 pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi untuk meminimalisir korban bencana. Diantaranya mengeluarkan Surat Edaran Sekda tentang antisipasi musim penghujan dan tanah longsor, pergerakan tanah, banjir luapan maupun banjir bandang, serta angin puting beliung atau angin ribut dan tanggul sungai jebol.

“Kami juga terhubung selalu dengan stakeholder-stakeholder yang terkait dalam penanganan bencana,’’ kata Maskuri.
Ia juga mengatakan pada awal September ini terdapat beberapa kejadian tanah longsor yang terjadi akibat hujan deras. ‘’Untuk itu, kami menghimbau dan meminta masyarakat selalu mewaspadai termasuk di wilayah perbukitan. Meskipun saat ini deteksi dini telah dilakukan oleh BPBD, namun kewaspadaan masyarakat tetap menjadi yang utama guna menghindari adanya kejadian bencana,’’ jelasnya.

Mendengarnya, Ida Nurul Farida, Anggota Komisi E, memberikan saran agar BPBD dapat menginformasikan persoalan bencana ke sekolah-sekolah. “Dengan begitu, kesiagaan bencana dapat dipahami sejak dini, dimulai dari siswa,” saran Ida.








