BAHAS PERTANIAN : Anggota Komisi A DPRD Jateng Kholik Idris bertemu konstituennya membahas pertanian terutama pupuk.(foto: dok humas)
PURWOREJO – Kelangkaan pupuk menjadi persoalan utama yang muncul di Desa Purwodadi. Disampaikan Kholik Idris anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng itu saat dihubungi oleh dprd.jatengprov.go.id.

Saat kegiatan reses masa persidangan II 2021/2022, belum lama ini, sebagian warga menanyakan masalah itu. Pupuk saat memasuki masa tanam kerap tidak ada di pasaran. Bahkan di agen-agen distribusi pun keberadaan Urea, ZA sering hilang. Padahal warga banyak yang memiliki kartu Tani dengan harapan bisa mendapatkan pupuk.

Selain itu, petani penggarap juga mengeluhkan mengenai harga gabah yang murah. Sebagai penggarap lahan, tentu harga gabah tersebut tidak sebanding dengan biaya sewa lahan yang mahal. Belum lagi banyak kondisi jalan pertanian yang rusak. Pemerintah sendiri melalui Kementerian Pertanian memiliki program jalan usaha tani (JUT) untuk mempermudah akses petani memperluas jalur distribusi dan meningkatkan pendapatan petani.
Selain berharap bantuan untuk jalan usaha tani, masyarakat Desa Purwodadi pun berharap adanya bantuan untuk penyandang disabilitas. Mereka ingin ada bantuan penyertaan modal untuk memulai usaha pembuatan tempe dan kolam ikan lele demi meningkatkan ekonomi keluarga.
secara keseluruhan Kholik Idris mengharapkan adanya peran pemerintah dalam penuntasan permasalahan itu. Masalah pertanian termasuk sarana dan prasarananya supaya tidak diabaikan, terlebih Kecamatan Purwodadi merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Tengah.
“Pemerintah harus hadir, dan saya selaku anggota DPRD Provinsi Jateng akan memperjuangkan itu, supaya permasalahan-permasalahan yang ada dapat segera terselesaikan ” pungkas politikus Demokrat itu.(jos/priyanto)








