• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Rabu, 25 Februari 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

PTM di SMA Negeri 1 Brebes Dipantau

01/09/2021
in BERITA, KOMISI E
PTM di SMA Negeri 1 Brebes Dipantau

BICARA PTM. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal PTM, Rabu (1/9/2021), bersama jajaran SMA Negeri 1 Brebes dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 11. (foto bintari setiawati)

BREBES – SMA Negeri 1 Brebes melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak 30 Agustus 2021. Kegiatan PTM itu membatasi siswa yang masuk sekolah hanya 30%.

Demikian disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Brebes Samsul Ma’arif, saat berdiskusi dengan Komisi E DPRD Provinsi Jateng, yang sedang memantau pelaksanaan PTM, Rabu (1/9/2021). Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan, meski kegiatan PTM kini sudah berjalan, tapi pembelajaran online tetap dilaksanakan.

“Dari 1.176 siswa, setiap pertemuan hanya 30 persen siswa yang masuk yaitu 353 siswa dan siklusnya masuk seminggu sekali,” katanya.

Dewi Kartika Sari selaku Wakil Ketua Kurikulum SMA Negeri 1 Brebes menambahkan keputusan yang diambil SMA Negeri 1 Brebes itu berbeda dengan peraturan dari Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemendikbud) demi kemudahan dalam pembuatan penjadwalan pembelajaran dan pembiasaan untuk guru dan siswa serta orangtua siswa. Selain itu, hal tersebut untuk mengetahui tingkat kepahaman siswa dalam menerima pelajaran secara tatap muka.

“Hal yang paling utama adalah untuk mengetahui pembentukan karakter kepada siswa karena pendidikan karakter siswa juga penting. Dengan masuk selama seminggu bisa dipantau untuk kepemahamannya dalam pelajaran, karakter siswa, dan kedisiplinannya. Kalau dua hari masuk, terus ganti lagi, itu susah untuk dikontrolnya,” kata Dewi.

Secara data, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 11 Samsudin mengatakan di Kabupaten Brebes terdapat 31 SMA dan 98 SMK yang tersebar di 17 wilayah kecamatan.
Ada 10 Wilayah sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), maupun simulasi, sedangkan 7 wilayah lainnya belum karena harus disiapkan dulu protkes, kesiapan guru, tempat, murid, dan sebagainya.

“Pada 6 September nanti disiapkan 9 sekolah yang akan melakukan simulasi PTMT tapi tetap dengan pengawasan yang ketat melalui pengawalan Gugus Tugas Covid-19 juga,” jelas Samsudin.

Mendengar hal itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Abdulkadir Alkatiri, yang ikut mendampingi Komisi E, mengatakan ada kendala dihadapi saat ini di SMA Negeri 1 Brebes adalah vaksinasi yang belum merata. Selama ini yang sudah divaksin hanya guru dan siswa banyak yang belum melakukan vaksinasi.

“Jadi, saya harap untuk ditingkatkan lagi, disegerakan, dan dukung vaksinasi untuk anak-anak juga. Semoga, nanti ada perbaikan-perbaikan untuk pendidikan, baik Brebes maupun daerah lainnya di Jateng,” kata Politikus PKS itu.

Anggota Komisi E, dokter Messy Widiastuti, menambahkan selama PTM ini pihak sekolah harus selalu menjaga kebersihan. Hal itu dapat dilakukan dengan penyediaan tempat cuci tangan yang bersih, penyemprotan desinfektan pada sore hari atau saat anak-anak sudah pulang sekolah supaya kuman mati.

“Kalau masih pagi, belum pasti langsung mati karena waktunya mepet dengan kegiatan pembelajaran,” saran legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Anggota Komisi E lainnya, Muh Zen, juga mengusulkan pihak sekolah dapat membuka kembali ruang Peran Serta Masyarakat (PSM) terbatas. Tujuannya, meningkatkan sarana dan prasarana untuk kemajuan sekolah.

“Saat ini yang sangat dibutuhkan adalah peran serta masyarakat dalam mendukung program PTM tersebut,” kata Politisi PKB itu.

Sebagai informasi, peraturan di SMA Negeri 1 Brebes sendiri selama PTM ini menyesuaikan protkes yang ada. Beberapa diantaranya kantin ditutup selama PTM berlangsung sehingga siswa diwajibkan membawa makan/ minum sendiri dari rumah, 1 pelajaran hanya 30 menit, dan dalam sehari hanya 4 pelajaran.

Selain itu, guru piket pada pagi hari mengecek suhu badan siswa dan saat masuk kelas pun nanti siswa dicek suhu lagi oleh guru. Dalam 1 kelas hanya ada 18 siswa yang masuk dan pengaturan tempat duduknya berjarak. Tidak hanya itu, gerbang masuk dan keluar sekolah melalui jalur berbeda dan diatur supaya tidak ada penumpukan siswa saat di area sekolah. (bintari/ariel)

Previous Post

DIALOG ASPIRASI: Pola Blended Learning Bisa Diterapkan selama PTM Terbatas

Next Post

Komisi D Apresiasi Capaian Pembangunan Bendungan Pesayangan Tepat Waktu

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

Pentingnya Pembaruan Aturan Sempadan Sungai
ALAT KELENGKAPAN DEWAN

Pentingnya Pembaruan Aturan Sempadan Sungai

24/02/2026
Ingin Berkebun? Agro Edukasi Alpukat Magelang Layak Dikunjungi
BERITA

Ingin Berkebun? Agro Edukasi Alpukat Magelang Layak Dikunjungi

24/02/2026
Perguruan Tinggi Berperan dalam Peningkatan SDM & Riset Daerah
BERITA

Perguruan Tinggi Berperan dalam Peningkatan SDM & Riset Daerah

20/02/2026
Sektor Industri & Pariwisata Mampu Jadi Kunci Ekonomi Jateng
BERITA

Sektor Industri & Pariwisata Mampu Jadi Kunci Ekonomi Jateng

20/02/2026
Komisi C & BPKA DIY Diskusikan Pengembangan BUMD
BERITA

Komisi C & BPKA DIY Diskusikan Pengembangan BUMD

07/02/2026
Standarisasi Jalan Provinsi Harus Optimal & Bermanfaat Nyata bagi Masyarakat 
BERITA

Standarisasi Jalan Provinsi Harus Optimal & Bermanfaat Nyata bagi Masyarakat 

06/02/2026
Next Post
Komisi D Apresiasi Capaian Pembangunan Bendungan Pesayangan Tepat Waktu

Komisi D Apresiasi Capaian Pembangunan Bendungan Pesayangan Tepat Waktu

Komisi A Pantau Operasi Protkes di Jalanan Kota Tegal

Komisi A Pantau Operasi Protkes di Jalanan Kota Tegal

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah