HASIL EVALUASI : Komisi A DPRD Jateng bertemu dengan KPU Kota Pekalongan guna mendengarkan evaluasi penyelenggaraanb poilkada serentak 2020.(foto: priskilla tyas)
PEKALONGAN – Guna evaluasi pelaksanaan pilkada serentak, Komisi A DPRD Jateng mengunjungi kantor KPU Pekalongan, Senin (8/3/2021). Pilkada serentak 2020 menjadi pengalaman unik di tengah pandemi Covid-19.

Seperti disampaikan anggota Komisi A selaku pimpinan rombongan Soetjipto. Dalam masa pandemi ini banyak hal yang dapat dipelajari terkait pilkada serentak yang sudah berjalan dalam beberapa waktu lalu. Hambatan-hambatan yang tidak pernah dialami saat pilkada tanpa pandemi.
“Persoalan yang tidak pernah dipikirkan ternyata muncul di era pilkada serentak di tengah pandemi ini seperti apa serta terkait permasalahan yang belum dikenal,” kata Politikus PDI itu.
Ia mengatakan, dalam pilkada tersebut tentu KPU dituntut maksimal dalam menyosialisasikan tentang bagaiamana pentingnya partisipasi masyarakat guna menyukseskan pilkada, tentunya dalam masa pandemi dimana semua aktivitas wajib mengikuti regulasi protokol kesehatan.
“Strategi apa yang dilakukan oleh KPU Kota pekalongan agar masyarakat masih mempunyai semangat dalam menggunakan hak pilihnya?” tanya Soetjipto.
Anggota komisi A lainnya, St Sukirno bahwa dalam regulasi pemilih semua masyarakat mempunyai hak pilih, tentu dengan syarat yang sudah terpenuhi, dalam masa pandemi ini akan muncul beberapa kemungkinan terkait pemilih yang terkena Covid-19.
“Bagaimama KPU tetap menjalankan tugasnya jika bersinggungan dengan masyarakat yang terkena covid-19, karena mereka pun berhak memilih, pengalaman pilkada serentak di masa pandemi tentu akan sangat berbeda” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Rahmi Rosyada Thoha selaku Ketua KPU Kota Pekalongan menjelaskan angka partisipasi masyarakat melebihi target nasional. Dari target yang ditentukan KPU Kota Pekalongan sebesar 77,5% dan tercapai 80%. Penggunaan bahan-bahan sosialisasi seperti baliho, spanduk serta hal paling penting yang harus KPU kejar yakni melalui media sosial, dimana di media sosialah masyarakat semua dapat terjangkau secara cepat dan serentak
Selain itu Rahmi juga Menambahkan kendala rob pernah dialami oleh KPU, sehingga mengharuskan TPS ada yang menggunakan panggung. Upaya – upaya yang dilakukan KPU kota pekalongan menghasilkan KPU dengan penyelesaian perhitungan tercepat ke dua di Jawa Tengah.
“Berkaitan dengan pemilih dengan hasil swab positif, kami koordinasi dengan RS dan puskesmas rawat inap, ada 14 fasilitas kesehatan,” jelasnya.(tyas/priyanto)








