KUNJUNGAN KERJA: Komisi A berkunjung ke Pemkab Wonosobo terkait pengalokasian bantuan keuangan desa.(foto: choirul amin)
WONOSOBO – Komisi A DPRD Jateng sangat mengapresiasi Pemkab Wonosobo dalam pengalokasian bantuan keuangan desa dari Pemprov Jateng. Sampai sekarang ini realisasinya sudah mencapai 90% lebih.

“Kami sampaikan selamat kepada Wonosobo atas capaiannya yang melebihi 90% sampai bulan ini. Hal ini patut dicontoh oleh daerah lain, karena pencairan lancar dan LPj-nya juga sudah dipenuhi,” kata anggota Komisi A M Yunus usai berdiskusi, Selasa (9/8/2022).
Selain itu, lanjut dia, ada beberapa BUMDes yang memiliki kelebihan menumbuhkan motivasi internal. Dicontohkan BUMDes Telogorejo mampu mengembangkan usahanya dari modal yang relatif kecil kemudian dapat mengembangkan usaha jadi luar biasa. Tentunya Hal ini bisa memberikan contoh pada BUMes daerah lain dalam pengembangan usaha desa.
Dalam pantauan tersebut, Komisi A menemukan ada beberapa desa yang tidak sama dalam penerimaan bankeu. Hal ini perlu adanya koordinasi lebih lanjut antara Pemprov dan Pemkab supaya pemberian alokasi bankeu bisa merata.
Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jateng Didi Haryadi menjelaskan mengenai pemberian bankeu telah berkoordinasi dengan Inspektorat Jateng agar lebih awal melakukan pemeriksaannya.
“Kami minta pada Inspektorat pada bulan April-Mei untuk melakukan pemeriksaan. Tujuannya untuk menghindari adanya perbedaan persepsi terkait harga satuan, volume yang telah dilaksanakan dan pembayaran pajak. Apabila ada temuan akan dikembalikan ke APBDes-nya,” jelasnya.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Wonosobo Harti mengungkapkan pihaknya selalu memberikan bantuan pendampingan. Hal tersebut dimaksudkan untuk meminimalisir temuan dalam proses pelaksanaan Bankeudes tersebut.(amin/priyanto)








