DIALOG BUDAYA: Anggota DPRD Jateng Tazkhiyatul Muthmainah bersama sejumlah narasumber mendialogkan nilai kebudayaan.(foto: priyanto)
SEMARANG – Apakah generasi muda sudah luntur dalam mencintai budayanya? Budayawan Timur Sinar Suprabana menjawab secara tegas tidak. Pun anggota DPRD Jateng Tazkhiyatul Muthmainah menyatakan, sepanjang antara generasi tua dan muda harus sama-sama memiliki nilai yang sama dalam melestarikan budaya.
Pembahasan ini mengemuka dalam Program Media Tradisional DPRD Jawa Tengah : “Laras Budaya, Generasi Muda Mencintai Budaya” di Oudetraap, Kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Sabtu (15/10/2022).

Sebagai seorang budayawan yang juga penyair, Timur menilai sebenarnya generasi muda memiliki filter atau penyaring tersendiri dalam hal budaya. Dengan demikian, diyakininya budaya itu tetap luhur sepanjang semua pihak mau menyadari akan arti pentingnya sebuah kebudayaan.
Iin-sapaan akrab Tazkhiyatul Muthmainah menilai nguri-uri dan ngurip-uripi menjadi tugas semua warga, tak hanya generasi muda. Hanya saja tugas generasi muda dirasa cukup berat. Mengingat sekarang ini gempuran budaya asing begitu deras masuk di semua lini masa media sosial.

Sebagai wakil rakyat, dia juga merasakan kegelisahaan akan banyaknya curhat dari orangtua yang menganggap anak muda sudah jauh dari budayanya. DPRD pun melalui program Media Tradisional diharapkan bisa memberi andil dalam penguatan nilai-nilai kebudayaan.
“Kenalkan terus menerus budaya-budaya Tanah Air. Pelaku keseniannya pun harus diurip-urip supaya mereka bisa eksis. Pemerintah harus juga mendorong setiap kegiatan pengembangan kebudayaan termasuk kesenian-keseniannya harus selalu diuri-uri,” ungkapnya. Dalam pementasan Media Tradisional disajikan tarian khas Semarangan. Sebuah tarian yang menggambarkan dua orang muda-mudi dengan riang gembira bermain bersama. Corak warna warni pada pakaian mereka menggambarkan keriangan hati warga Semarang.(anif/priyanto)








