BINCANG SANTAI : Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Sekda Sumarno berbincangn santai dengan Komisi E DPRD Jateng.(foto:m agung)
SEMARANG – Guna memperkuat koordinasi, komunikasi dan sinergisitas, Kementerian Sosial RI mengadakan dialog dengan para pengampu pilar-pilar sosial di Jawa Tengah, dipusatkan di Gedung Merapi, kompleks PRPP Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (29/10/2024). Adapun pilar-pilar sosial dimaksud adalah sumber daya manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se Jateng.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf hadir langsung dengan didampingi Sekda Sumarno serta dari DPRD yakni Ketua Komisi E Messy Widiastuti dan anggota Padmasari Mestikajati. Mereka yang tergabung dalam pilar sosial dari dari seluruh kabupaten/kota se Jateng. Acara tersebut untuk mempererat hubungan sekaligus sinergisitas dalam Kementerian Sosial.

Sekda Sumarno dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya kepada Pilar Sosial Jawa Tengah yang telah bekerja keras demi terwujudnya kesejahteraan sosial.
“Dengan kehadirnya Menteri Sosial bersama wakilnya di tengah-tengah kita semoga dapat menambah semangat kita untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi untuk masyarakat,” ungkapnya.
Dalam sambutannya Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau sapaan akrabnya Gus Ipul yang juga di dampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menyampaikan dengan adanya pertemuan ini diharap akan menambah spirit dan sinergisitas dalam tubuh Kementerian Sosial sekaligus akan lebih baik lagi dalam menjalankan tugasnya untuk kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut Mensos menyampaikan kepada Pilar Sosial bahwa bangsa kita memiliki cita-cita untuk menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera.
“Cita-cita bangsa kita adalah seperti apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo yaitu menjadi bangsa yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja, bangsa yang baldatun thoyyibun warobbun ghofur, bangsa dimana rakyat cukup pangan, cukup papan, cita-cita kita adalah melihat wong cilik iso gemuyu, wong cilik bisa tersenyum,” tutur Gus Ipul
Adapun Wamensos Agus Jabo memberi arahan kepada Pilar Sosial terkait kategori-kategori rakyat yang berhak mendapatkan bantuan sosial maka dari itu pendataan masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan harus memenuhi kriteria agar bantuan tepat sasaran.
“Sebagaimana arahan Presiden, bansos tidak boleh salah sasaran. Supaya tidak salah sasaran pendataan harus tepat , dan ini akan kita selesaikan dalam program 100 hari kerja Kemensos,” ujarnya
Kemensos menekankan agar pilar-pilar sosial memperkuat medsos Kementerian Sosial untuk menangkis hoaks, mengingat banyaknya informasi menyesatkan terkait jasa pendaftaran penerima PKH dari Kemensos.

Dalam kesempatan wawancara Ketua Komisi E DPRD Jateng Messy Widiastuti menyampaikan harapan dengan adanya program-program yang dibentuk oleh Kementerian Sosial yang baru ini semoga dapat mempercepat pengentasan warga dari kemiskinan dan mengangkat kesejahteraan rakyat.
“Bapak Menteri Sosial memiliki pemikiran yang sama dengan kita yaitu untuk mengentaskan kemiskinan dan mengangkat kesejahteraan rakyat, harapan kita dengan Menteri Sosial yang baru ini, kita bisa sama-sama mengentaskan kemiskinan dengan anggaran yang cukup, sehingga kesejahteraan bisa betul-betul meningkat, karena saat ini pengangguran di negara kita masih banyak, angka kemiskinan masih banyak, dan stunting juga masih banyak, semoga dengan program yang dicanangkan Menteri Sosial yang baru ini bisa mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat khusunya di Jawa Tengah,” ujarnya.(agung/priyanto)








