SOAL THR. Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyambangi PT. Gunung Slamet, Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat (26/4/2024), meninjau soal pemberian THR. (foto ayuandanik)
SLAWI – Komisi E DPRD Provinsi Jateng melaksanakan monitoring di bidang ketenagakerjaan, khususnya dalam pelaksanaan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2024. Salah satu perusahaan yang mendapat sorotan adalah PT. Gunung Slamet yang memiliki jumlah tenaga kerja cukup besar.
PT. Gunung Slamet sendiri merupakan industri pengolahan dan pengemasan teh. Produk yang dipasarkan adalah ‘Teh Poci’ dan ‘Teh Botol Sosro.
“Kami kesini ingin mencari data informasi tentang situasi kondisi hubungan antara direksi, kewajiban mereka sebagaimana, dan kami mendorong untuk mendapatkan hak dan juga mendorong mana yang menjadi kewajiban sebuah perusahaan,” kata Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Abdul Hamid, saat berkunjung ke PT. Gunung Slamet Industri, Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat (26/4/2024).

Menanggapi hal itu, Ari Dwi Hendrarso selaku Personal & General Affair Manager PT. Gunung Slamet mengaku apresiatif atas kunjungan DPRD tersebut. Dalam hal ini, ia menjelaskan saat ini PT. Gunung Slamet memiliki 4 pabrik produksi diantaranya Slawi, Kebumen, Yogyakarta, dan Demak.
Di Slawi sendiri karyawan sejumlah 2.148 orang (update Maret 2024) dimana 77% lebih adalah tenaga kerja asal Jateng. Soal upah THR karyawan saat hari raya juga dibayarkan satu kali gaji sesuai hak mereka.
“Dalam sejarahnya, belum ada karyawan demo di PT. Gunung Slamet karena (kami) mengedepankan komunikasi. Menjalin komunikasi yang baik artinya atasan bisa mengakomodir suara dari bawahannya, doktrin atasan ini adalah HRD bagi bawahannya masing-masing. Tak hanya itu, PT. Gunung Slamet juga mendapat apresiasi dari BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja,” jelas Ari.
Mendengarnya, Komisi E sangat mengapresiasi dari segi sarpras dan SDM yang sangat memadai sehingga mendapatkan label sebagai penghasil teh terbaik di Indonesia. Harapannya, pabrik-pabrik lain khususnya di Jateng bisa berkembang seperti PT. Gunung Slamet sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan. (dedek/ariel)









