TUKAR CINDERA MATA : Jajaran Komisi B bertukar cendera mata dengan manajemen PT Inka di Madiun.(foto: dyana sulist)
MADIUN – Komisi B DPRD Jateng pada Rabu (19/6/2024) berkunjung ke salah satu perusahaan BUMN yang ada di Madiun. Perusahaan itu berkiprah pada moda transportasi yang tak lain memproduksi sarana perkeretaapian.

Perusahaan yang didirikan oleh Pemerintah Indonesia pada 1981 itu bernama PT Industri Kereta Apia atau disingkat Inka. Komisi B berkesempatan melihat langsung produksi di pabrik yang berada di Madiun. Bahkan rombongan Dewan Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng itu ditemui oleh jajaran manajemen perusahaan seperti Direktur PT Inka, Puguh Dwi Tjahjono, Direktur Teknologi Sanki Aris Susanto dan Direktur Keuangan Muhammad Gufron Fadly.
Ketua Komisi B Sarno mengungkapkan, kedatangan DPRD ke PT Inka untuk mengetahui perkembangan bisnis perusahaan tersebut terutama prospek untuk Jateng. Terlebih upaya menggandeng industri lokal guna memasok bahan baku untuk memproduksi sarana perkeretaapian.
“Apakah PT Inka sudah menggandeng industri local dalam memasok bahan baku apakah itu eksterior maupun interiornya,” ungkap dia.
Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni juga turut menambahkan, dengan melihat perkembangan PT Inka sekarang ini patut mendapatkan apresiasi. Sebagai BUMN tentu untuk Angkatan kerja perlu juga mencari bibit-bibit dari anak-anak dalam negeri. Dengan terus menerus merekrut anak-anak lulusan SMK dapat mengurangi angka pengangguran.

Menjawab hal itu, Sanki Aris Susanto menjelaskan, sebagian tenaga-tenaga profesional diambil dari beberapa provinsi di Tanah Air. Meski demikian untuk merekrut tenaga professional harus terlebih dulu bisa memenuhi sejumlah kualifikasi yang ditentukan perusahaan.
Bahkan PT Inka kerap membuka lowongan yang dikirim ke sejumlah SMK tidak hanya di Jatim, namun juga Jateng. Mereka yang lolos perekrutan terlebih dulu akan menjalani masa pelatihan. Sekarang ini PT Inka mampu memproduksi sejumlah kereta api seperti kereta rel diesel elektrik (KRDE), wel wagon, gerbong pembangkit. Bahkan sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina, Selandia Baru telah memesan sejumlah kereta dari PT Inka dalam memperbarui sistem perkeretaapian di sana.
“Konsepnya dari sisi teknologi ada perbaikan serta ramah lingkungan,” jelasnya.(mentari/priyanto)








